#Covid-19#Lampung#Nataru

Cara Pemprov Lampung Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Nataru

( kata)
Cara Pemprov Lampung Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Nataru
Forum Diskusi Online Kebiasaan Baru Lampung Post bertema Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Akhir Tahun, Kamis, 10 Desember 2020.


Bandar Lampung (Lampost.co): Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan dijelang dalam dua pekan mendatang. Meskipun pemerintah telah memangkas waktu libur panjang, namun antisipasi lonjakan kasus Covid-19 tetap harus menjadi perhatian. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan, libur akhir tahun 2020 dikhawatirkan meningkatkan lonjakan masyarakat yang berlibur.

"Persiapan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Satgas Penangangan Covid-19 sudah matang. Libur Nataru nanti kami kuatkan regulasi sesuai yang telah disahkan }Pemerintah dan DPRD Provinsi mengenai adaptasi kebiasaan baru," jelasnya dalam Forum Diskusi Online Kebiasaan Baru Lampung Post bertema Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Akhir Tahun, Kamis, 10 Desember 2020.

Regulasi ini, lanjut dia, disosialisasikan dengan gencar sehingga masyarakat tetap mengikuti adaptasi kebiasaan baru meskipun di tengah libur panjang.

"Tim pemantau 3M memastikan prasarana ada dengan menyiapkan pelayanan kesehatan. Di Lampung sendiri terdapat 311 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit. Selian itu juga kami mengimbau penerapan protokol kesehatan (prokes) melalui medsos. Tidak lupa kami juga berkoordinasi dengan 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung," paparnya. 

Pihaknya juga mengupayakan untuk melakukan arahan agar semua nasyarakat yang di dalam atau yang akan melakukan perjalanan ke luar kota untuk dapat menerapkan prokes, bahkan mengikuti anjuran isolasi mandiri terlebih dahulu jika hendak dan setelah bepergian,

"Jangan langsung bercengkrama bersama keluarga sebelum memastikan kesehatan," katanya. 

Virus, tambah dia, sangat cepat menyebar jika tidak terapkan 3M. Sehingga sedang berwisata, pihak wisata juga sebaiknya melakukan koordinasi kesehatan dengan klinik, RS atau Puskesmas setempat agar dapat memastikan keamanan untuk pengunjung.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar