ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

Cara Membuang Masker Bekas Pakai

( kata)
Cara Membuang Masker Bekas Pakai
Ada cara tepat untuk membuang masker dan sarung tangan bekas pakai. Pexels.com)


Jakarta (Lampost.co) -- Penggunaan masker dan sarung tangan semakin meningkat seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19. Masker kain, memang memiliki keunggulan bisa dipakai berulang kali.

Namun, penggunaan masker bedah yang hanya sekali pakai dan sarung tangan harus dibuang secara tepat ketika sudah tidak digunakan.

“Kita banyak melihat orang yang membuang masker dan sarung tangan begitu saja di trotoar dan di tempat parkir sesaat sebelum mereka masuk mobil,” ujar Jennifer Brandon, peneliti di Scripps Institute of Oceanography, UC San Diego.

Hal ini tidak hanya membuat kotor, tetapi juga menimbulkan masalah terutama ketika masker dan sarung tangan tersebut hanyut ke saluran pembuangan dan berpotensi berakhir di laut, sungai, bahkan danau. Virus dan bakteri bisa menyebar dari masker dan sarung tangan yang tidak dibuang secara tepat tersebut.

“Jika ada tempat sampah, kamu bisa membuangnya langsung ke tempat sampah,” ujar Brandon.

Namun, jika tidak ada tempat sampah di sekitar, Brandon menyarankan untuk menyimpannya terlebih dahulu di dalam tas atau mobil selama 24 jam sampai virus yang mungkin ada di masker dan sarung tangan mati.

Membuang masker dan sarung tangan sembarangan juga bisa berdampak pada lingkungan. Menurut Brandon, hal ini bisa menjadi masalah karena masker bisa terlihat mirip seperti ubur-ubur.

“Ubur-ubur merupakan makanan utama dari penyu, tuna, ikan pedang, dan hiu. Dan hewan-hewan tersebut bisa menganggap masker yang ada di lautan sebagai ubur-ubur dan memakannya,” ujarnya.

“Dan ketika penyu atau hewan laut lainnya memakan masker yang mengambang di lautan, bisa menyebabkan masalah pencernaan dan bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan-hewan laut tersebut,” katanya.

Masker yang menjadi sampah di lautan juga bisa menjerat hewan-hewan laut atau bisa juga dimakan anjing laut, berang-berang, dan singa laut. Sedangkan sarung tangan lateks yang dibuang sembarangan juga bisa merusak lingkungan.

“Warna sarung tangan yang cerah seperti ikan di laut, bisa menarik burung untuk memakannya. Seiring waktu, itu akan menjadi masalah yang lebih besar ketika sarung tangan dan masker terurai menjadi potongan-potongan kecil, yang pada akhirnya dimakan hewan-hewan yang lebih kecil,” ujarnya.

Membuang masker dan sarung tangan bekas pakai sebaiknya yang tepat dan juga tetap ditunjang dengan perilaku adaptasi kebiasaan baru (AKB), yaitu 3M memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Patuhi protokol kesehatan Covid-19 dan jaga terus kesehatan sendiri dan keluarga ya.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.

Medcom







Berita Terkait



Komentar