#Saham#Investasi

Cara Aman Berinvestasi Saham dengan Dana Pekerja

( kata)
Cara Aman Berinvestasi Saham dengan Dana Pekerja
Webinar bertajuk Dana Pekerja: Amankan Investasi di Pasar Modal? yang digelar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Selasa, 23 Maret 2021. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dana pekerja yang diinvestasikan di pasar modal dinilai aman dan prospektif jika dikelola sesuai ketentuan investasi dengan memilih instrumen yang tepat. Investor disarankan lebih hati-hati jika perusahaan yang bisnisnya memburuk, memiliki utang besar, dan sahamnya mudah digoreng.

“Jika bisnis memburuk dan diperkirakan berlangsung lama, maka investor harus mulai hati-hati,” kata pengamat ekonomi sekaligus investor di pasar modal, Hasan Zein Mahmud, dalam webinar bertajuk Dana Pekerja: Amankan Investasi di Pasar Modal? yang digelar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Selasa, 23 Maret 2021.

Menurut Hasan, jika perusahaan memiliki utang yang besar, maka ekspektasi return on equity (ROE) akan lebih kecil dari yield obligasi, maka investor harus lebih waspada terhadap saham tersebut.

“Jangan ragu untuk melakukan cut loss untuk mengindari kerugian yang lebih besar,” kata dia. 

Ciri-ciri lain saham yang harus dihindari adalah tidak likuid, harganya sering kacau, spread yang lebar dan mudah sekali digoreng. Saham gorengan adalah saham yang naik dan turunnya harga yang direkayasa demi mendapatkan keuntungan janga pendek.

Saham ini kualitasnya buruk bahkan berisiko tinggi merugikan para investornya. Ada oknum yang memainkan pergerakan saham dan seolah-olah emiten tersebut memiliki fundamental yang bagus, ditawarkan dalam harga murah sekaligus memberikan iming-iming keuntungan besar.

Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ryan Kiryanto, mengatakan bahwa OJK berkomitmen penuh menjamin keamanan investasi di pasar modal melalui kebijakan yang berorientasi bagi perlindungan investor. 

Pengelolaan dana di pasar modal diawasi OJK dan Securities Investor Protection Fund (SIPF). SIPF merupakan lembaga perlindungan dalam mengatasi masalah investasi yang hilang akibat adanya penipuan, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Lembaga ini memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi investasi, pembukuan dan keuangan, serta audit dan kepatuhan. Untuk meningkatkan kepercayaan pemodal, melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. Kep-69/D.04/2020 tanggal 23 Desember 2020, batas ganti rugi pemodal dinaikkan. 

Menurut dia, pandemi covid-19 menyebabkan turunnya nilai pasar sehingga masyarakat khawatir mengenai dana yang disimpan. Ryan meyakinkan investor bahwa ekonomi akan membaik sehingga investasi akan tumbuh seiring dijalankannya Economic recovery policy framework 2021.

Dana para pekerja di Badan Penyeleggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mencapai Rp472,9 triliun. Sebanyak  65% atau setara dengan Rp307,38 triliun dana tersebut diinvestasikan ke surat utang sebagai aset investasi di pasar modal. Sedangkan Rp70,9 triliun(15%) diputar di bursa saham sebagai aset jangka panjang. Kemudian Rp52 triliun (11%) disimpan dalam bentuk deposito sebagai investasi untuk menjaga kebutuhan likuiditas jika ada peningkatan klaim.

Di samping itu, sebanyak 8% dibelanjakan produk reksa dana dan sisanya sebesar 1% ditanam dalam bentuk properti dan penyertaan modal.

Dalam Pedoman Pengelolaan Investasi BPJS Ketenagakerjaan yang berisi kriteria dan aturan main trading saham. Secara umum, BPJamsostek memilih investasi di 45 saham unggulan di indeks LQ45.

Menurut data, Agustus-September 2020 BPJamsostek mengalami unrealized loss hingga Rp43 triliun. Lalu, pada  19 Maret 2021 turun lagi jadi Rp23,8 triliun. Potensi kerugian bisa naik dan bisa turun, tergantung harga saham di pasar modal yang menjadi portofolionya.

Lazimnya pasar saham, ada kalanya naik dan turun. Jika kondisi baik, ekonomi baik, kemungkinan harga saham juga bergairah. Sebaliknya, kalau ekonomi sedang terpuruk, seperti di awal-awal pandemi Covid-19, Maret 2020 lalu, harga saham berguguran. 

Sementara Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Hosodo memaparkan, pencegahan korupsi di sektor finansial. Korupsi yang terjadi baik di BUMN maupun BUMD menyebabkan kerugian negara. Modus operandi korupsi yang paling banyak adalah penyalahgunaan wewenang dan laporan fiktif.

Menurut Adnan, mencegah korupsi dapat dilakukan dengan berbagai strategi, antara lain analisis risiko proses bisnis, regulasi, pengembangan red flag, investigasi, sting operation, penguatan pengawas internal, penguatan WBS, pengaturan dan pengelolaan konflik kepentingan. 

Ia menjelaskan bahwa penerapan Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP) atau ISO 37001 membantu mencegah, mendeteksi, dan menangani potensi penyuapan. Sistem ini akan meningkatkan kredibilitas di mata publik, pelanggan, dan investor dalam maupun luar negeri.

Adnan mengingatkan bahwa belajar dari kasus Jiwasraya, praktek penyimpangan terjadi bertahun-tahun tanpa ada tindakandan mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

“Hasil audit BPK tidak digubris,” ujarnya.

Menurut dia, Pembiaran sistematis yang mencerminkan kelemahan berbagai jenjang sistem anti-fraud yang dilakukan oleh dewan komisaris atau dewanapengawas, direksi, dan pengawas internal. 

Sementara Direktur Eksekutif LPDS Hendrayana mengatakan tujuan menggelar webinar ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi wartawan bagi peliputan di bidang ekonomi, khususnya pasar modal.“Ini sesuai dengan visi LPDS yaitu meningkatkan kualitas pers di Tanah Air,” ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar