#pemilu2024#pilpres2024

Capres Perempuan Belum Dilirik Publik

( kata)
Capres Perempuan Belum Dilirik Publik
Pilpres 2024. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) memperlihatkan mayoritas masyarakat masih enggan memilih calon presiden (capres) perempuan. Kaum hawa terganjal isu gender yang berkembang di masyarakat.

"Hasil survei KedaiKOPI mengungkapkan 65,8 persen pemilih tak ingin memilih calon presiden perempuan. Sementara 34, 2 persen memilih sebaliknya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, Minggu, 19 Desember 2021.

Baca juga: Ganjar, Prabowo, dan Anies Konsisten Puncaki Daftar Kandidat Capres 2024

Menurut dia, dalam survei KedaiKOPI, reponden ditanya bila ada calon presiden perempuan, apakah mereka ingin memilihnya. Namun, mereka merespons negatif dengan sejumlah alasan.

"Mereka yang tidak ingin itu karena alasan presiden adalah kodrat laki-laki 34,2 persen, perempuan dianggap tidak tegas atau tidak berani 20,4 persen, dan kurang berwibawa 7,2 persen," ucap Kunto.

Responden yang mendukung capres perempuan juga memiliki sejumlah alasan. Sebanyak 37,1 persen mau memilih capres perempuan demi kesetaraan gender, 29,1 persen menganggap gender apa pun tidak masalah, dan 9,2 persen menganggap perempuan lebih peka . 

Survei digelar pada 16-24 November 2021 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17-65 tahun. Metode survei menggunakan face to face interview (home visit) dengan error sampling ±2,83 persen.

Tingkat kepercayaan terhadap responden mencapai 95 persen. Komposisi responden laki-laki 50,6 persen dan perempuan 49,4 persen. Mayoritas responden tamatan SMA 54,6 persen, SLTP 22,6 persen, SD 13,2 persen, dan S-1 4,5 persen.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar