#THR#pengusaha

Camat Bantah Edaran Permintaan THR ke Pengusaha 

( kata)
Camat Bantah Edaran Permintaan THR ke Pengusaha 
Google Image

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Beredar adanya surat edaran Tunjangan Hari Raya (THR) di dua Kecamatan yaitu Kedamaian dan Tanjungkarang Timur. Di dalam surat itu meminta kepada pengusaha atau pemilik ruko untuk memberikan uang kepada petugas Kecamatan. 
 
Pertama Kecamatan Kedamaian berdasarkan informasi menyebutkan bahwa, surat dengan kop Kecamatan berikut tandatangan serta cap basah disampaikan oleh petugas Kecamatan Senin lalu. 
 
Dalam surat yang ditandatangani oleh Desmuni Eka Putra yang merupakan bendahara Kecamatan setempat, meminta kepada pengusaha agar memberikan bantuan berupa uang tunai atau paket bingkisan untuk petugas 75 kebersihan Kecamatan setempat. 
 
Menanggapi hal itu, Camat Kedamaian Antony Irawan membantah hal tersebut. Ia menerangkan bahwa kedua nama yang tertera dalam surat telah dikonfirmasi langsung dan tidak mengakui perbuatannya. 
 
“Sudah dikonfirmasi dan sudah saya panggil yang bersangkutan mengaku dan tidak pernah membuat surat apalagi sampai mendatangi ruko-ruko di Kecamatan Kedamaian,” ungkap Antony diruangannya, Rabu (22/5/2019). 
 
Sementara itu salah satu staf yang namanya ada didalam surat tersebut Rozali Basyrie mengaku belum mengetahui baru informasi tersebut. 
 
Sementara itu permohonan permintaan THR juga terjadi di Kecamatan Tanjungkarang Timur, tepatnya di Kelurahan Sawah Brebes. Di lokasi tersebut pihak Kelurahan berkedok menagih PBB, hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat edaran dari sekda serta amplop ucapan lebaran yang wajib diisi oleh pengusaha setempat. 
 
Camat Tanjung Karang Timur Rahmad Indra Putra mengatakan akan melaporkan oknum yang telah mencoreng nama baik Kecamatan setempat. Sebab dirinya merasa tidak pernah mengintruksikan kepada petugas di kelurahan untuk melakukan hal demikian. 
 
“Kalau penagihan PBB itu memang giat terus kita laksanakan untuk menunjang PAD Pemkot Bandar Lampung. Tapi mengenai adanya amplop dalam surat edaran itu saya pastikan bahwa itu bukan dari kecamatan,” tegasnya. 
 
Merasa dirugikan, Camat berharap agar apabila mendapati hal demikian masih berlanjut, maka segera melaporkan ke Kecamatan setempat. “Siapa saja baik warga ataupun teman-teman media yang mendapati langsung segera laporkan ke kita, akan dilaporkan ke pihak Kepolisian,” ujarnya. 

 


 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar