#bawaslu#pilkada#pelanggarankampanye

Calon Wakil Walkot Bandar Lampung Johan Sulaiman Kembali Mangkir dari Panggilan Bawaslu

( kata)
Calon Wakil Walkot Bandar Lampung Johan Sulaiman Kembali Mangkir dari Panggilan Bawaslu
Anggota Bawaslu Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran, Yahnu Wiguno Sanyoto. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Calon wakil wali kota Bandar Lampung Johan Sulaiman kembali mangkir dalam pemanggilan kedua oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Johan Sulaiman diduga berkampanye diluar jadwal yakni kampanye berbayar di media sosial Facebook yang seharusnya kampanye melalui media massa, cetak, dan elektronik pada 22 November sampai 5 Desember 2020.

"Undangan klarifikasi kedua tidak hadir. Maka akan kami teruskan ke Gakkumdu dalam waktu dekat karena masuk dalam dugaan pelanggaran pidana," ujar Anggota Bawaslu Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran, Yahnu Wiguno Sanyoto, kepada Lampost.co, Senin, 2 November 2020.

Hal ini diatur dalam Pasal 187 Ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye diluar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk masing-masing calon, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100.000 atau paling banyak Rp1.000.000.

Ia melanjutkan, Bawaslu menemukan unggahan di Facebook pada 24 Oktober 2020. Padahal jadwal kampanye di media sosial berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilkada 2020 semestinya 22 November-5 Desember.

"Artinya ini diduga melanggar jadwal. Kami sudah melakukan penelusuran akun yang dimaksud dan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan sebelum memanggil Johan," kata dia.

Pihaknya juga telah melakukan verifikasi bahwa akun bermana Johan Sulaiman bukan akun yang terdaftar secara resmi di KPU Bandar Lampung.

"Lebih mengarah ke akun pribadi karena menggunakan nama pribadi. Tapi karena yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan, maka kami tidak bisa memastikan betul bahwa ini milik Johan. Ini gunanya kami minta klarifikasi hari ini," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar