#pilkades#penganiayaan

Calon Kepala Desa Kamplas Abung Barat Terancam Didiskualifikasi

( kata)
Calon Kepala Desa Kamplas Abung Barat Terancam Didiskualifikasi
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Kotabumi (Lampost.co) -- Mahendra Kusuma (31), calon Kepala Desa Kamplas, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, terancam didiskualifikasi. Pasalnya, ia tengah menjalani hukuman atas kasus penganiayaan dan telah diputuskan oleh pengadilan.

Mahendra divonis hukuman 15 hari, dan masa percobaan selama dua bulan serta mengharuskan membayar uang sebesar Rp2.000 dengan sangkaan pasal 352 KUHP tentang tindak pidana ringan dengan korban Mahmud Albert (39).

Kepala DPMD Lampung Utara Abdurrahman didampingi Kabid Pemdes, Ismirham Adi Saputra mengatakan dalam Perbup No. 44/2021 tentang tata cara pilkades dalam wilayah Kabupaten Lampung Utara pertanggal 7 Juni 2021, terdapat satu poin menjelaskan bahwasa calon kades tidak sedang menjalani hukuman.

"Kalau dilihat di pasal 22 tentang pencalonan dalam Perbup Pilkades 2021 bahwa calon tidak sedang menjalani hukuman. Apalagi ini (kasus penganiayaan) sudah ada putusan inkrah dari pengadilan, meski tidak lama tapi sudah berstatus narapidana bersangkutan ini (Mahendra)," kata Abdurrahman, Senin, 4 Oktober 2021.

Terkait hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Kejaksaan Negeri untuk membahas permasalahan tersebut. Ia menilai jika diteruskan ada kekhawatiran ke depan akan ada permasalahan terhadap pelaksanaan pilkades serentak.

"Akan kita panggil panitia desa, dan berkoordinasi dengan kejari dan polres. Diharapkan permasalahan ini dapat terang-benderang dan pelaksanaan pilkades Lampura dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan satu pun. Nanti kita kabari hasilnya seperti apa," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya Mahendra Kusuma, pelaku penganiayaan Kaur Desa Kamplas, Kecamatan Abung Barat, divonis 15 hari hukuman dan masa percobaan selama dua bulan terhadap korbannya Mahmud Albert (39) dalam sidang PN Kotabumi, Jumat, 1 Oktober 2021.

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana ringan, dihukum 15 hari dan menjalan masa percobaan 2 bulan," kata Panitera Pengganti, Zulkifli usai persidangan.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar