#persidangan#pencabulan#beritalampung

Cabuli Keponakan, Warga Telukbetung Timur Dituntut 8 Tahun Penjara

( kata)
Cabuli Keponakan, Warga Telukbetung Timur Dituntut 8 Tahun Penjara
Sidang kasus pencabulan di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Mencabuli keponakan yang masih dibawah umur berinisial AS (4), terdakwa Ris Gianto (38) warga Telukbetung Timur dituntut 8 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin, 27 Juli 2020.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujar JPU Ratna Sari.

Jaksa mengatakan atas perbuatannya, terdakwa dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa dilakukan waktu korban diajak ke rumah terdakwa. Saat korban (AS) berada di rumah terdakwa, AS dipanggil oleh terdakwa untuk masuk ke kamar. Selanjutnya saat berada di kamar AS disuruh terdakwa untuk tiduran diatas kasur. Lalu terdakwa melakukan perbuatan tidak senonoh.

Selanjutnya terdakwa menggendong AS keluar dan membiarkan AS bermain bersama teman, lalu kemudian korban diantar pulang.

Sesampai di rumah, korban ketika buang air kecil merasa sakit pada kemaluannya, kemudian ibu korban curiga dan menyuruh anaknya bercerita siapa yang melakukan perbuatan tidak senonoh.

AS pun bercerita bahwa pamannya Ris Gianto yang melakukan perbuatan tak senonoh. Atas perbuatan tersebut ibu korban melaporkan ke Polsek Telukbetung Timur.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar