#asusila#pencabulan#beritapringsewu

Mencabuli Anak Tiri, Warga Gadingrejo Ditangkap

( kata)
Mencabuli Anak Tiri, Warga Gadingrejo Ditangkap
SA (dua kiri) tersangka cabul terhadap anak tirinya diamankan anggota Polsek Gadingrejo. Foto: Dok

PRINGSEWU (Lampost.co) -- SA (38) warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ditangkap anggota Polsek Gadingrejo, Kamis, 5 September 2019 sekitar pukul 01.00.

SA dilaporkan istrinya, lantaran telah melakukan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur terhadap ER (16), yang merupakan anak tirinya.

Kapolsek Gadingrejo Iptu. Anton Saputra, mengungkapkan tersangka ditangkap Unit Reskrim setelah ada laporan dari Bhabinkamtibmas. Sebelum penangkapan, tersangka nyaris dihakimi warga, lantaran kesal dengan perbuatannya. Beruntung, kekesalan warga dapat ditenangkan oleh Bhabinkamtibmas dan tersangka dibawa ke Polsek Gadingrejo.

Iptu. Anton, menjelaskan dari hasil penyidikan terungkap fakta bahwa tersangka mengakui perbuatannya dan melakukan pengancaman terhadap korban.

Dia menjelaskan peristiwa pencabulan dilakukan tersangka pada Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIB di rumahnya, tepatnya saat korban pulang dari sekolah ketika ibunya tidak ada di rumah. "Sebelum kejadian, korban meminta uang kepada ayah tirinya SA, untuk membeli keperluan sekolah. Saat itu tersangka memberikan uang yang diminta, namun bersamaan waktu tersangka menarik korban dan membekapnya sambil mengancam dengan pisau," ungkap Kapolsek.

Karena korban terancam dan akan di bunuh, sehingga pasrah dan terjadilah pencabulan dan persetubuhan. Usai berbuat, tersangka masih mengancam akan membunuh korban apabila menceritakan kepada orang lain.

Dijelaskan Iptu Anton, ibu kandungnya awalnya curiga kepada perilaku anaknya yang aneh, terutama yang sering pergi dari rumah dan tidur dirumah saudaranya seperti takut berada dirumah. "Puncaknya, ibu korban membujuknya sehingga korban menceritakan kejadian tersebut. Mendengar cerita itu, ibu korban langsung melaporkan kepada pamong dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas," jelasnya.

Kapolsek Gadingrejo Iptu. Anton, menambahkan selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 rok seragam SMP warna biru dan 1 buah pisau garpu dengan gagang kayu berikut sarung warna cokelat yang dipergunakan mengancam korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76 D juncto Pasal 81 Ayat (1) dan (2) dan 76 E juncto Pasal 82 Ayat (1) perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena tersangka merupakan ayah tiri korban," pungkasnya.

Widodo

Berita Terkait

Komentar