#Hukum#cabul#Pringsewu

Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Terancam Hukuman 15 Tahun 

( kata)
Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Terancam Hukuman 15 Tahun 
Pelaku pencabulan yang diamankan pihak kepolisian Pringsewu. (Foto:Dok.Polsek Pringsewu)


Pringsewu (Lampost.co)--Diduga mencabuli anak di bawah, seorang pemuda P (23) diamankan Polsek Kalirejo, kemudian diserahkan ke Polsek Pringsewu Kota pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Tersangka yang berprofesi sebagai sopir beralamat di Kampung Sri Way Langsep Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah, disangka mencbuli DA (17) warga satu jampung

Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Atang Samsuri, Kamis, 14 Oktober, menyatakan, tersangka P diamankan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur dengan korban berinisial DA (17) juga warga satu kampung. 
Kapolsek menyatakan dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku perbuatan cabul yang dilakukan terhadap DA (17) sebanyak 3 kali sejak bulan Agustus hingga September 2021. 

"Perbuatan tersebut dilakukannya di sebuah penginapan yang berada di wilayah kecamatan Pringsewu," ungkapnya.

Kapolsek menjelaskan akibat perbuatan P, orang tua korban tidak terima lalu melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku. 

Dijelaskan Kapolsek, sebelum diamankan Polisi tersangka sempat didatangi oleh keluarga korban dan masyarakat lain yang tidak terima dengan perbuatan pelaku, namun sebelum sempat diamuk massa tersangka terlebih dahulu dimankan aparat kepolisian Polsek Kalirejo Lampung Tengah.

Namun setelah ditelusuri ternyata tempat kejadian perkata (TKP) berada di wilayah hukum Polres Pringsewu, sehingga keluarga korban langsung melaporkannya ke Polsek Pringsewu Kota dan meminta untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Kapolsek, sejumlah saksi dan tersangka sudah dilakukan pemeriksaan dan perbuatan melawan hukum itu benar adanya.

 Dalam proses pemeriksaan, tersangka yang telah berkeluarga itu mengakui perbuatanya dan bisa dikenai pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun, paling singkat tiga tahun.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar