kasuspencabulanberitapringsewu

Polisi Gadungan Dibekuk Cabuli Bocah

( kata)
Polisi Gadungan Dibekuk Cabuli Bocah
IP pelaku cabul dibawah umur diamankan jajaran Reskrim Polsek Pringsewu Kota, Sabtu (27/6/2020). Dok

Pringsewu (Lampost.co): IP alias Langit Merah Saputra (26) warga Pekon Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, pelaku pencabulan anak dibawah umur diamankan Tim Reskrim Polsek Pringsewu Kota, Sabtu, 27 Juni 2020, pukul 21.00 WIB.

Penangkapan pelaku cabul dilakukan polisi dengan dibantu warga saat pelaku sedang berada di Dusun Karang Kumbang, Pekon Margakaya, Pringsewu. Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan pada akhir Mei 2020 korban mulai mengenal pelaku lewat media sosial Facebook.

Dalam perkenalan, lanjut Kapolres, pelaku IP mengaku berprofesi sebagai anggota polisi. Selanjutnya antara korban dan pelaku mulai intens melakukan komunikasi baik melalui media sosial dan berlanjut dengan pertemuan serta menjalin hubungan percintaan (berpacaran).

“Selanjutnya sejak awal April 2020, pelaku mulai sering datang ke rumah korban dan menginap. Lalu pada saat tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB, pelaku melakukan perbuatan cabul dan persetubuhan terhadap korban diruang tamu dan didalam kamar tidur korban," ungkap Kapolsek.

Dikatakannya, perbuatan bejat pelaku dilakukan berulang-ulang dan dilakukan pada saat sedang menginap di rumah korban. Pelaku bahkan nekad melakukan aksinya di setiap tengah malam disaat orang tua korban sedang tertidur. Bahkan pelaku juga mencabuli korban saat berada diluar rumah atau bermain. Terakhir kali pelaku melakukan perbuatan bejatnya yaitu pada Sabtu, 20 Juni 2020.

Kapolsek mengatakan korban mengaku mau digauli karena pelaku mengaku berprofesi sebagai petugas intel kepolisian dan dijanjikan akan menikahi korban.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar