#pencabulan#beritalampung#beritatulangbawang#asusila

Cabuli Anak Dibawah Umur, Petani Asal Pagardewa Diringkus Polisi

( kata)
Cabuli Anak Dibawah Umur, Petani Asal Pagardewa Diringkus Polisi
Tersangka pencabulan (kaos hitam) saat diamankan di Mapolres Tulangbawang. Foto; Dok

MENGGALA (Lampost.co) -- Mencabuli bocah dibawah umur, seorang petani asal Tiyuh Margajaya Indah, Kecamatan Pagardewa, Tulangbawang Barat ditangkap polisi.

Paimin alias Paryanto (45) ditangkap Satreskrim Polres Tulangbawang saat hendak berusaha melarikan diri. "Pelaku ditangkap kemarin, di jalan lintas timur Kampung Lebuhdalem, Kecamatan Menggala Timur, Tulangbawang," kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Sandy Galih Putra, Kamis 3 Oktober 2019.

Sandy menjelaskan, perbuatan cabul tersangka terjadi, Senin 19 Agustus 2019 di Tiyuh Margajaya Indah, Kecamatan Pagardewa, Tulangbawang Barat di rumah Paimin.

Saat itu, sekitar pukul 05.30 WIB remaja berusia 14 tahun itu, tengah mengikuti kegiatan maraton. Tiba-tiba Paimin memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Aksi bejat Paimin terbongkar, setalah Rusmin warga setempat melaporkan kejadian yang menimpa korban kepada orang tuanya.

Tidak terima anaknya menjadi korban cabul tersangka. Ayah korban SU (44) warga Tiyuh Gilangtunggal Makarta, Kecamatan Lambukibang, Tulangbawang Barat melaporkan peristiwa yang dialami putrinya ke kantor polisi. "Pelapor baru mengetahui anak kandungnya menjadi korban asusila setelah saksi memberitahukan kepadanya bahwa anak pelapor ditangkap oleh warga sedang berada di rumah pelaku," ujar dia.

Menurut Sandy, tersangka saat ini tengah ditahan di mapolres setempat. Terdangka terancam dijerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Ferdi Irwanda

Berita Terkait

Komentar