#humaniora#beritalampung#perpustakaan#minatbaca

Butuh Inovasi Agar Perpustakaan Tetap Diminati di Era Digital

( kata)
Butuh Inovasi Agar Perpustakaan Tetap Diminati di Era Digital
Kepala Perpusnas Muh Syarif Bando memberikan sambutan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan di Hotel Horison, Kamis, 3 Oktober 2019. Lampost.co/Atika Oktaria


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menjadikan perpustakaan selalu diminati oleh masyarakat luas berbagai kalangan meskipun sekarang telah memasuki era digital, dimana banyak masyarakat mengedepankan gadget untuk mencari informasi. Hal itu dijelaskan dalam sambutan Gubernur Lampung yang diwakilkan oleh Asisten III Minhairin di Ruang Tanggamus Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis, 3 Oktober 2019.

Minhairin menjelaskan bahwa cara untuk menumbuhkan minat baca masyarakat terutama di era digital yakni menghadirkan inovasi baru dalam ruang lingkup perpustakaan.

"Karena masyarakat sekarang lebih suka baca lewat handphone dan merasa lebih praktis waktu, tempat dan tenaga  sehingga niat untuk ke perpustakaan menjadi hilang," ujar dia.

Selain itu juga, Minhairin menambahkan bahwa Pemprov Lampung menghadirkan perpustakaan keliling, dengan harapan menumbuhkan minat baca bagi masyarakat. "Membaca dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari media cetak, online ataupun pergi langsung ke perpustakaan. Mengenai fasilitas peepustakaan juga tidak diragukan, karena manfaat membaca buku secara langsung sebenarnya lebih baik untuk kesehatan mata," katanya.

Ia berharap dari kegiatan ini sumber daya manusia yang ada di Provinsi Lampung bahkan seluruh Indonesia dapat sadar akan pentingnya perpustakaan dan budaya membaca buku, namun petugas dapat memberikan inovasi baru sehingga perkembangan zaman dapat disamaratakan.

"Membaca buku cetak sama halnya menyelam di laut dengan maksud yakni hal terkecil bisa diketahui tapi membaca internet sama halnya dengan berjalan di gelombang penuh ketidakpastian sehingga pengetahuan dangkal karena melalui digital dan internet. Dikhawatirkan generasi akan tidak mengerti tentang data dan analisis secara pasti," tutupnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando yang mengatakan bahwa minat baca seseorang di perpustakaan saat ini berkurang. Namun semakin lama mengikuti zaman, perpustakaan menciptakan inovasi baru yakni diantaranya menyediakan media online.

"Kita berupaya untuk memahami keinginan masyarakat maka kami sediakan media online dengan cara bergabung menjadi anggota perpus dan masuk kedalam portal perpustakaan. Didalamnya kita sediakan berbagai macam buku yang insyaAllah menjadikan minat baca tetap tersalurkan," katanya.

Atika Oktaria







Berita Terkait



Komentar