rspunilaunila

Butuh 2 Juta Dolar AS untuk Rampungkan RSP Unila

( kata)
Butuh 2 Juta Dolar AS untuk Rampungkan RSP Unila
Wakil Rektor IV Unila bidang kerjasama Prof Suharso

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakil Rektor IV Unila bidang kerjasama Prof Suharso mengatakan membutuhkan anggaran sebesar 2 juta dolar AS untuk menyelesaikan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unila. Hal itu karena hingga kini pembangunan RSP belum juga rampung.

Suharso mengatakan RSP Unila menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan yang baru untuk dapat diselesaikan pembangunannya.

"Kita harus menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar atau 2 juta dolar AS sebagai dana pendamping pembangunan RSP," katanya, Selasa, 7 Januari 2020.

Ia menjelaskan untuk menyelesaikan pembangunan RSP sebagai pusat riset, maka Unila harus menyiapkan dana pendamping sekitar Rp30 miliar. Dengan harapan mampu mendatangkan dana Asean Development Bank (ADB) sekitar Rp 700 miliar.

"Memang pihak ADB sudah datang ke Unila dan harus tindaklanjuti bagaimana kinerja selama ini Unila bisa terus berjalan," terang Suharso.

Ia mengaku, hal tersebut menjadi arahan dari pemerintah pusat melalui Bappenas. Karen Unila harus menyelesaikan mega proyek tersebut. Sehingga semuanya bisa terintegrasi antara pusat riset dan rumah sakit.

"Dalam meningkatkan akreditasi memang Unila ini sangatlah lemah dalam kerjasamanya," kata mantan Dekan FMIPA Unila itu.

Ia menuturkan, meningkatkan kerjasama merupakan tugasnya. Peningkatan akan mempengaruhi akreditasi Unila yang saat ini peringkatnya merosot.

"Sampai saat ini posisi Unila memang belum bagus dan hal ini menjadi tantangan agar bisa menata kampus Unila," tuturnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar