#bus#lintas#nuansa

Bus Lintas

( kata)
Bus Lintas
dok Lampost.co

SOPIR bus lintas, sepertinya profesi ini menjadi satu sosok yang identik dengan ugal-ugalan di jalan dan tidak ramah pada pengguna jalan lainnya. Perilakunya di jalan tidak sopan dan sering terjadi kecelakaan.

Bahkan, penindasan bus lintas terhadap pengguna jalan lain sudah keterlaluan. Apa mungkin sudah buta mata hatinya. Nyawa seorang manusia kok dianggap sepele. Ini kan tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi ada manusia lain di baliknya.

Dalam berita-berita selama ini, korban kecelakaan bus sudah cukup banyak. Terbaru adalah kecelakaan bus Rosalia Indah nomor polisi AD-1666-CE dan truk tangki CPO BE-9291-YJ, di Jalan Lintas Tengah, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Senin (16/9). Dalam peristiwa itu delapan nyawa manusia melayang, sementara belasan lain luka-luka.

Soal ugal-ugalannya bus lintas, sudah sering saya alami. Waktu itu saya masih seorang mahasiswa yang hampir setiap pekan pulang kampung menggunakan sepeda motor dari Bandar Lampung ke Tulangbawang Barat.

Setiap berpapasan dengan bus lintas yang bodinya superbesar itu pasti saya turun dari aspal. Bagaimana tidak, saat menyalip kendaraan, bus lintas ini tidak peduli kendaraan dari arah depannya. Mobil saja diabaikan, apalagi seperti saya yang mengendarai sepeda motor. Kalau tidak mau mati ya minggir, mungkin itu yang ada di pikiran oknum sopir bus lintas.

Mungkin hal itu karena sebagai kendaraan niaga yang menyediakan jasa angkutan diperlukan kriteria waktu agar orang banyak memakai jasanya. Sehingga mereka kejar waktu dan terkesan ugal-ugalan.

Saya jadi sering bertanya-tanya sendiri, apakah para sopir dan kernet itu diberikan semacam training tentang peraturan lalu lintas atau tentang etika di jalan. Atau mungkin cukup pikiran untuk mengendalikan setir dengan tepat. Seharusnya pakai perasaan juga dong, jangan asal seradak-seruduk dan selap selip yang penting sampai.

Di sisi lain yang perlu digarisbawahi juga tidak bisa pukul rata bahwa semua sopir bus seperti itu. Mungkin ada juga sopir dan kernet yang benar-benar tulus dan sangat mematuhi lalu lintas. Bahkan, sopir dan kernet yang mau membantu saat penumpangnya keberatan membawa barang.

Saya berharap ada tindakan tegas dari aparat terhadap awak bus ataupun manajemen bus yang terbukti ugal-ugalan dan tidak memedulikan nyawa manusia. Semoga hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jangan sampai menghadapi pengusaha bus yang kaya, hanya sekadarnya.

Deni Zulniyadi



Berita Terkait



Komentar