#pertanian#beritalampung

Burung Hantu Usir Tikus di Persawahan Lamsel

( kata)
Burung Hantu Usir Tikus di Persawahan Lamsel
Petani Lampung Selatan mendirikan rubuha di area persawahan untuk mengusir hama tikus. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost co) -- Petani di Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), menggunakan burung hantu untuk atasi hama tikus di areal persawahan. Burung hantu dinilai efektif untuk membasmi hama pengerat yang selama ini jadi momok petani.

Untuk itu, petani setempat terlebih dulu membangun rumah burung hantu (Rubuha) sebagai tempat tinggalnya predator utama tikus di persawahan.

Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Kecamatan Palas, Safrudin, mengatakan rubuha ini baru pertama diterapkan petani di Kecamatan Palas. Selama ini untuk hama tikus petani hanya melakukannya dengan geropyokan, pengemposan hingga pengumpanan racun.

"Tapi, petani masih selalu mengeluh diserang hama itu. Makanya, saya mengajak petani untuk menerapkan burung hantu dalam membasmi hama tikus," kata dia 

Dia mengaku rubuha itu baru didirikan sebanyak dua unit yang mampu menjangkau 35 hektare. Metode itu menjadi pengendalian alami dan ramah lingkungan serta efektif karena predator utama burung hantu adalah tikus.

"Saat ini baru dua rubuha yang dipasang sebagai percontohan. Mudah-mudahan dengan ini, petani lainnya dapat mengikuti metode ini untuk mengendalikan hama tikus," kata dia.

Ketua Kelompok Tani Rajawali, Desa Mekarmulya, Kholiludin, mengatakan hama tikus salah satu organisme pengganggu tumbuhan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pertanian. Ia berharap adanya rubuha mampu mengendalikan hama tikus agar produksi padi meningkat secara berkelanjutan.

"Selama ini upaya petani dengan geropyokan, pengemposan hingga pengumpanan sudah sering dilakukan. Tapi, serangan hama tikus tetap saja ada dan sulit dikendalikan. Mudah-mudahan metode ini bisa membantu petani dalam meningkatkan produksi padi," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar