#pencabulan#kekerasanseksual

Buruh Serabutan yang Cabuli Anak Kandung Dituntut 20 Tahun Penjara

( kata)
Buruh Serabutan yang Cabuli Anak Kandung Dituntut 20 Tahun Penjara
Terdakwa Sulaiman (62), warga Bandar Lampung, usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 4 Agustus 2022. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sulaiman (62), warga Bandar Lampung, dituntut dengan hukuman selama 20 tahun penjara. Buruh serabutan itu dinyatakan jaksa terbukti mencabuli anak kandung dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 4 Agustus 2022.

Jaksa Venny Prihandini mengatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Terdakwa dituntut 20 tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara," ujar Venny.

Tuntutan itu dengan pertimbangan hal memberatkan, yaitu merugikan anak kandungnya sehingga trauma fisik dan psikis. Terdakwa juga merupakan ayah korban dan perbuatan terdakwa dilakukan dalam waktu tiga tahun. 

Sementara, hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Usai mendengarkan tuntutan, sidang langsung membacakan pledoi. Terdakwa meminta kepada majelis Hakim agar mendapatkan keringanan hukuman.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa mulai berbuat asusila terhadap S sejak 2019, hingga 2022, baik di rumah terdakwa saat kosong maupun di gubuk kosong di Bandar Lampung. Terdakwa pun selalu diancam, ibu terdakwa akan dibunuh jika menceritakan kejadian tersebut.

Hingga sekitar akhir April 2022, korban mengadukan perbuatan ayahnya, sehingga, Sulaiman pun dilaporkan ke polisi.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar