#gantungdiri

Buruh Serabutan Gantung Diri Diduga karena Depresi

( kata)
Buruh Serabutan Gantung Diri Diduga karena Depresi
Petugas Inafis saat melakukan olah tempat kejadian perkara gantung diri warga Srengsem. Istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang pria bernama Seprijal (30), warga Jalan Kamboja, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di kediamannya, Kamis, 13 Februari 2020. Aksi korban yang merupakan buruh serabutan pertama kali diketahui neneknya, Jumtiah (72)  

"Berdasarkan keterangan neneknya, awalnya dia memanggil cucunya ini pukul 04.00 WIB. Namun, tidak ada jawaban. Saat didatangi ke kamarnya, dia lihat cucunya tergantung dengan lehernya terjerat tali yang dikaitkan ke bagian atap kamar," ujar Kapolsel Panjang AKP Adit Priyanto  saat dihubungi via telepon.

Melihat cucunya dalam posisi tergantung, sontak saksi berteriak meminta pertolongan warga sekitar. "Tidak lama kemudian warga menghubungi kami. Tadi juga Tim Inafis Polresta Bandar Lampung sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," katanya.

Untuk sementara korban meninggal karena bunuh diri. Sebab, di bagian tubuhnya juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. "Menurut keterangan warga sekitar, dia sedang mengalami depresi berat hingga nekat bunuh diri," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar