Buronandpoakli

Buronan Syamsul Arifin Dilimpahkan ke Kejati

( kata)
Buronan Syamsul Arifin Dilimpahkan ke Kejati
Tersangka dikawal anggota Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung datang ke Kejati Lampung. Febi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Lampung, sekaligus buronan Polda Lampung atas nama Syamsul Arifin (58), yang ditangkap tim Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung di Plasa Senayan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, Rabu, 23 September 2020, sekitar pukul 13.56 Wib.

Warga Jalan Patimura, Telukbetung Utara (TbU) itu dikawal anggota Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung datang ke Kejati Lampung menggunakan kendaraan Toyota jenis Fortuner bernomor polisi B 1524 UJK.

Setiba di Kantor Kejaksaan, tersangka digiring pengawal ke Lantai dua gedung utama Kejati. Tersangka bungkam saat ditanya perihal penagkapanya. Ia menjadi DPO sejak 9 September 2013 berdasarkan surat No. DPO/09/IX/2014/Ditreskrimsus.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Mestron Siboro melalui PS Kasubdit V Cybercrime Kompol Rahmad Mardian, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengintaian terhadap Buronan tersebut selama dua minggu belakangan.

Ia pun membagi dua tim untuk melakukan penangkapan, tim pertama dipimpin oleh Kompol Rahmad Mardian, tim kedua mengawasi rumah pelaku di Bandar Lampung, dan beberapa tempat di kota Tapis Berseri.

"DPO ini sudah kita lidik selama dua minggu, yang bersangkutan sering berpindah-pindah, berdasarkan pengecekan tim IT, dia kadang di Lampung kadang di Jakarta," ujarnya di Mapolda Lampung, Rabu 23 September 2020.

Tim Cyber Polda Lampung sempat melacak keberadaan Syamsul di beberapa tempat. Pada 17 September 2020 malam Syamsul sempat berada di Bandar Lampung, namun pada 18 September 2020 sore ia berada di Jakarta.

Kemudian, pada 20 September 2020 malam buronan tersebut berada di Tanah Abang Jakarta Pusat, selanjutnya pada 21 September 2020 malam, ia berada di Seputaran Jakarta Barat.

Hingga, akhirnya ia ditangkap di Plasa Senayan Jakarta Pusat, pada Selasa, 22 September 2020 malam.

"Alhamdulillah, malam Rabu malam, posisi yang bersangkutan ada di plasa senayan, langaung di kepung, kita tahu suami istri ada di Plasa senayan sedang jalan, habis belanja makan, terus kami tangkap di parkiran," kata alumnus Akpol 2003 itu.

Dari hasil penelusuran aparat, Syamsul sempat berpindah-pindah, baik di Lampung maupun di Jakarta, dan pelaku memang cukup lihai.

"Data yang kita miliki, yang bersangkutan ada rumah di Jakarta, dan hasil beberapa kali pengecekan, kadang ada di aprtement ataupun kontrakan," paparnya.

Syamsul merupakan tersangka atas perkara dengan nomor Laporan LP/84/II/2013/LPG/SPKT pada 12 Februari 2013 tentang tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) Dia dinyatakan telah melanggar pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 UU RI No. 11/2008 tentang ITE atau pasal 335 KUHP dan/atau pasal 310 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun serta denda Rp1 miliar.

Selain laporan polisi, terdapat dua surat yang menjadi rujukan untuk penetapan Syamsul sebagai DPO, yakni surat perintah penyidikan No. Sp.Sidik/50/II/2013/Ditreskrimsus tanggal 15 Februari 2013 dan surat Kajati Lampung No. B-2271.N.8.4/Euh.1/6/2013 tanggal 21 Juni 2013 perihal hasil penyidikan tersangka Syamsul Arifin dinyatakan lengkap, oleh Kejari Bandar Lampung. Ia sebelumnya dilaporkan oleh Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Lampung, Napoli Situmorang.

Winarko



Berita Terkait



Komentar