#perampokan

Buronan Perampok Minimarket di Enggal Dilumpuhkan

( kata)
Buronan Perampok Minimarket di Enggal Dilumpuhkan
Pelaku Agus Susanto (43) terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat hendak ditangkap. Dok Polda Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Resmob Polda Lampung menangkap buronan kasus perampokan minimarket di Rawa Laut, Enggal. Pelaku Agus Susanto (43) terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat hendak ditangkap.

Tersangka ditangkap setelah buron selama empat bulan, usai melakukan aksinya bersama Idris, yang lebih dulu ditangkap polisi pada April.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Muslimin Ahmad mengatakan, penangkapan tersangka bermula ketika polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di rumah usai melarikan diri ke wilayah Mesuji dan Sumatra selatan.

"Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mencari tahu keberadaan tersangka, yang berpindah-pindah lokasi selama dalam pelarian," kata dia.

Petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Sebanyak empat butir peluru bersarang dikedua kaki tersangka.

"Tersangka bersama rekannya terlibat dalam perampokan di sebuah minimarket, dengan cara menodongkan senjata tajam jenis golok ke leher korban. Ironisnya, korban merupakan wanita paruh baya yang masih dikenal oleh kedua tersangka," katanya.

Usai mengancam korban, tersangka kemudian menguras sejumlah barang berharga milik korban yang sedang berada di toko minimarket. Kawanan perampokan itu membawa kabur dua unit ponsel genggam, uang tunai Rp1,5 juta serta sejumlah perhiasan yang dikenakan korban.

Kedua tersangka kemudian melarikan diri ke wilayah Tulangbawang, Mesuji, dan Sumatra Selatan. Dalam proses penyelidikan kasus itu polisi berhasil mengidentifikasi kawanan perampok dari rekaman kamera pengawas CCTV yang terpasang di dalam toko.

Selain meringkus tersangka Aan yang merupakan otak dari aksi perampokan itu, polisi juga menyita sebilah golok yang digunakan para pelaku saat beraksi. Sementara barang berharga seperti ponsel genggam dan perhiasan korban sudah laku terjual, serta uangnya digunakan untuk berfoya-foya selama dalam pelarian.

Winarko







Berita Terkait



Komentar