#Kriminal#penggelapan

Buronan Penggelapan Mobil Ditangkap di Gunungsugih

( kata)
Buronan Penggelapan Mobil Ditangkap di Gunungsugih
Tekab 308 Polres Lamteng membekuk terduga penggelapan dan curas. Dok


Gunungsugih (Lampost.co) -- Pelarian TM alias Tamrin (28), warga Komering Putih, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, berakhir setelah ditangkap Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah. TM menjadi buruan petugas karena diduga melakukan pencurian dan penggelapan mobil pada 2020.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qarinas, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, mengatakan TM ditangkap saat berada di jalan di Gunungsugih, Lampung Tengah, Kamis, 4 Februari 2021. TM adalah DPO Kasus Curas dengan Nomor : LP / 346 - B / VI / Res Lamteng / Sek Gunsu, tgl 24 juni 2020, serta laporan penggelapan mobil dengan nomor : LP/ 979-B / VIII /2020 / POLDA LPG / Polres Lamteng, Tanggal 01 Agustus 2020.

"Tm Tekab 308 Polres Lampung Tengah yang dipimpin oleh Ipda Doni bersama anggotanya berhasil menangkap pelaku setelah buron kurang lebih selama tujuh bulan," ujar Kasat Reskrim, Jumat, 5 Februari 2021.

Ia menambahkan, korban adalah Dedi Septriwinata (33), warga Ketapang Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara, melapor bahwa pada Sabtu, 1 Agustus 2020, sekitar pukul 20.15 Wib, di depan Sekolah Dasar Kampung Fajar Bulan, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, mobil merk Honda Civic miliknya dipinjam oleh pelaku TM.

Modus pelaku, ketika korban bersama kakak iparnya sedang ke Kampung Komering, saat dalam perjalanan, kakak ipar korban bertemu dengan pelaku TM dan Saleh yang meminta diantar ke kampung Fajar Bulan. Sesampainya di lokasi, pelaku dan Saleh meminjam mobil korban. Setelah lama ditunggu mobil korban tidak kembali lagi.

“Anggota kami melakukan penyelidikan dengan dua Laporan Polisi, pelaku yang sama.Setelah mengetahui keberadaan pelaku TM Als Tamrin di kampung Gunungsugih, langsung dilakukan penangkapan,“ terang Kasat.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku TM Als Tamrin dijerat dengan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. "Untuk LP curasnya tetap kita sidik sambil mengumpulkan bukti lainnya berikut teman pelaku," pungkas Edi Qarinas.

Winarko







Berita Terkait



Komentar