#buronan#koruptor

Buronan Pembobol Bank Mandiri Rp120 Miliar Ditangkap

( kata)
Buronan Pembobol Bank Mandiri Rp120 Miliar Ditangkap
Buron kasus tindak pidana korupsi pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta Yosef Tjahjadjaja. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung menangkap buron kasus tindak pidana korupsi pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta Yosef Tjahjadjaja. Yosef ditangkap di kawasan sebuah rumah sakit di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa, 13 Juli 2021, pukul 13.50 WIB.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan akibat ulahnya, negara dalam hal ini Bank Mandiri dirugikan Rp120 miliar.

"Penangkapan bersama tim gabungan dari Kejagung dan Polda Jawa Barat," kata dalam Leonard keterangan tertulis, Selasa, 13 Juli 2021.

Leonard menjelaskan pangkal kasus Yosef menjadi terpidana kasus pembobolan Bank Mandiri. Pada 2006, ia diminta untuk mencarikan dana untuk ditempatkan di Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan. Hasilnya, Yosef berhasil menempatkan deposito Rp200 miliar dari PT Jamsostek di bank tersebut.

Selanjutnya atas penempatan dana tersebut, Yosef bersama rekannya Agus Budio Santoso dari PT Rifan Financindo Sekuritas meminta imbalan fasilitas dana untuk mengucurkan kredit kepada Alexander J. Parengkuan dari PT Dwinogo Manunggaling Roso.

Kemudian Deposito dari PT Jamsostek itu Yosef jadikan jaminan kredit atas bantuan Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan Charto Sunardi yang telah diputus bersalah dan dihukum dengan pidana penjara divonis 15 tahun.

"Kucuran kredit dibagi menjadi 10 bilyet giro, dikucurkan kepada Alexander untuk membangun rumah sakit jantung. Namun dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi," kata Leonard.

Atas bantuan pengucuran kredit tersebut, Yosef mendapat imbalan uang sebanyak Rp6,4 miliar dan perusahaannya PT Rifan Financindo Sekuritas dan mendapatkan fee sebesar 7,5 persen dari jumlah kredit yang dikucurkan.

Leonard menegaskan akibat dari pencairan kredit yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku pada waktu itu menyebabkan kerugian negara dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

"Kemudian Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Yosef dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhi hukuman pidana dengan pidana penjara selama 11 tahun," ujar Leonard.

Saat ini Yosef akan dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan setelah sebelumnya diduga terpapar covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Ceger Jakarta Timur.

"Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat telah berhasil menangkap Yosef yang sudah buron selama 15 tahun," ujar Leonard.

Winarko







Berita Terkait



Komentar