#beritalampung#beritabandarlampung#curanmor#kriminal

Buronan Curanmor Tewas Ditembak Usai Serang Polisi, Dua Rekannya Diburu

( kata)
Buronan Curanmor Tewas Ditembak Usai Serang Polisi, Dua Rekannya Diburu
Jenazah IS akan dibawa ke rumah duka di Lampung Timur. Dok/IST


Bandar Lampung (Lampost.co): Polisi terus memburu dua rekan Ismail (IS), pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang tewas ditembak usai melakukan perlawanan dengan menebas jari polisi saat akan ditangkap di Jalan Walakuba, Way Laga, Kecamatan, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Minggu, 9 Oktober 2022, dini hari.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan dari rekan Ismail bernama Suryanto yang sempat mendapatkan perawatan medis karena tertembak di bagian paha kirinya.

"Sudah kita kantongi identitasnya dan tim sudah bergerak. Doakan saja, semoga segera terungkap dan akan kita sampaikan nanti," ujarnya, Senin, 10 Oktober 2022.

Namun, pihaknya belum bisa membeberkan identitas dua buronan curanmor karena masih dalam pengejaran anggota. 

Baca juga: Kelesuan Pasar Diprediksi Berlangsung Sampai 2023

"Rekan pelaku Suryanto (40) yang dirawat di RS Bhayangkara sudah membaik dan kini sudah Rutan Mapolresta Bandar Lampung," katanya.

Dennis menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan pemeriksaan dari pelaku Suryanto. Rekan pelaku curanmor yang ditembak mati polisi.

"Mereka diduga mau mencuri di Bandar Lampung, ditemukan juga barang bukti kunci leter T tiga buah dari tangan para pelaku," katanya.

Sementara itu, polisi yang menjadi korban sabetan sajam yang hendak mengamankan pelaku saat ini kondisinya kian membaik. "Kondisi sudah membaik," katanya.

Luka polisi berpangkat Aipda JC dibagian jempol sebelah kiri dan kaki diatas tumit karena mendapat perlawanan dari pelaku curanmor.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto mengatakan pelaku yang berhasil dilumpuhkan ini merupakan komplotan curanmor lintas kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Bahkan komplotan ini sangat berbahaya membekali diri dengan senjata tajam saat beraksi.

"Selain di Bandar Lampung, mereka juga kerap beraksi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Sasarannya sepeda motor yang ditinggal parkir di pertokoan dan kamar indekos yang sepi, serta tanpa dilengkapi kunci pengaman ganda," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar