DPOileggallogging

Buron 6 Bulan, DPO Kasus Ilegal Logging Diringkus Polsek Pulau Panggung

( kata)
Buron 6 Bulan, DPO Kasus Ilegal Logging Diringkus Polsek Pulau Panggung
Polsek Pulau Panggung tangkap otak pelaku ilegal logging setelah sempat DPO 6 bulan

KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Jajaran Polsek Pulau Panggung membekuk aktor intelektual ilegal logging kayu Sonokeling di kawasan hutan lindung setelah sebelumnya sempat menjadi DPO selama 6 bulan. Tersangka diciduk di kediamannya usai petugas kepolisian mendapatkan informasi kepulangan pelaku, Selasa, 31 Maret 2020.

Tersangka yakni Asep Maulana alias Lana (41), warga Pekon Air Kubang, Kecamatan Airnaningan, Tanggamus, diketahui melarikan diri ke wilayah Jawa Barat. Penangkapan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora. 

Dalam keterangannya Kapolsek mengatakan jika penangkapan tersangka atas perkara pembalakan liar di Dusun Talang Sebaris, Pekon Sinar Jawa, Airnaningan. Tersangka merupakan DPO Kehutanan sesuasi DPO/05/ BPPHLHKS/SW.3/PPNS/5/2019. Serta DPO/40/X/2019/Reskrim dan laporan polisi tanggal 22 Oktober 2019 tentang pembalakan liar.

"Setelah kami menerima informasi jika tersangka telah kembali ke rumahnya, lalu dilakukan penangkapan pada Sabtu, 8 Maret 2020," kata Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Tersangka berperan sebagai aktor intelektual yang mengatur penebangan liar. Hal ini setelah pihak kepolisian menangkap sopir pengangkut kayu pada 22 Oktober 2019.

Sedangkan dalam kasus narkoba, tersangka merupakan residivis dengan 3 perkara berbeda. "Kami juga melakukan tes urine terhadap tersangka dan hasilnya positif mengandung narkoba jenis sabu. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Kapolsek.

Modus yang dilakukan tersangka dengan mengatur waktu penebangan di kawasan hutan lindung terhadap kuli tebang, kuli angkut dari dalam hutan serta mencari calon pembelinya. Pengiriman kayu dilakukan dengan menggunakan mobil dari kaki bukit ke pembeli. Hal ini tersangka lakukan melalui via telpon dari proses penebangan hingga pengiriman.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 83 Ayat (1) Huruf B UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan, subsider Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana atau Pasal 94 Huruf A UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan.

Sementara menurut pengakuan tersangka, dirinya melarikan diri ke Jabar setelah mobil pickup miliknya yang membawa kayu Sonokeling ditangkap Polsek Pulau Panggung. "Karena harga kayu Sonokeling sangat menjanjikan, Rp10 juta perkubik," kata dia.

Sebelumnya, pada Kamis tanggal 22 Oktober 2019 sekitar pukul 21.00 Wib, Polsek Pulau Panggung berhasil mengamankan mobil pickup L300, BE 8408 UP yang mengangkut kayu Sonokeling hasil dari perambahan hutan. Kayu Sonokeling ini berjumlah 12 batang dan telah berbentuk balok kaleng (Balken).

Winarko



Berita Terkait



Komentar