#vaksin#covid-19lampung

Bupati Tubaba Protes Perbedaan Data Vaksin Daerah dan Pusat

( kata)
Bupati Tubaba Protes Perbedaan Data Vaksin Daerah dan Pusat
Bupati Tubaba Umar Ahmad dan Kepala BIN Lampung Iwan Setiawan menyerahkan sembako kepada peserta vaksinasi di Kelurahan Mulyo Ari. Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad mengkritisi ketidaksinkronan data penerima vaksinasi di daerah dengan pemerintah pusat.

Dia menilai perbedaan data itu membuat status PPKM Tubaba masuk dalam level 3. Padahal, realisasi vaksinasi di wilayahnya sudah mencapai 45 persen sedangkan data pusat masih 23 persen.

"Tidak sinkronnya realisasi penerima vaksinasi itu salahnya dimana. Ini yang harus diperbaiki dulu agar data daerah dan pusat bisa sama. Tidak samanya data ini nyangkutnya dimana," ungkap Umar saat meninjau percepatan vaksinasi yang digelar BIN Lampung di Kelurahan Mulyo Asri, Tulangbawang Tengah, Selasa, 19 Oktober 2021

Dia meminta Dinas Kesehatan dapat menelusuri perbedaan data tersebut. Sebab, pemkab terus gencar melakukan vaksinasi secara merata di sembilan kecamatan dengan mengandeng TNI, Polri dan BIN termasuk pihak lain yang memiliki stok vaksin.

"Berdasarkan data kami, jumlah masyarakat yang divaksin di kabupaten ini sudah 45 persen. Selain masyarakat umum sasaran vaksin juga masuk ke kalangan pelajar," kata dia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, mengatakan tidak sinkronnya data tersebut karena TNI, Polri, dan BIN memiliki laporan internal melalui sistem P-Care sehingga data tersebut tidak masuk dalam data kabupaten.

"Masalahnya, pihak Polri pelaporan P-Care masuk di data Polda Lampung dan TNI masuk data pelaporan di Kodim 0412 Lampung Utara. Ini yang membuat data realisasi vaksin tidak sama. Tapi, kalau data provinsi kami laporkan sesuai dengan realisasi dosis yang kami suntik ke masyarakat," ungkapnya

Menurut dia, untuk memperbaiki data tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan provinsi dan pusat agar data daerah bisa sinkron sesuai dengan dosis vaksin yang direalisasikan. "Yang rugi kami realisasi vaksin ini menjadi salah satu acuan yang menetapkan Tubaba masuk dalam PPKM level 3," kata dia.

Dia menjelaskan jumlah sasaran penerima vaksin di Tubaba direncanakan sebanyak 210.123 orang. Dari jumlah tersebut sebagian sudah mendapatkan vaksin tahap pertama dan kedua. "Contohnya, pihak BIN melakukan percepatan vaksin ke kalangan pelajar dengan rincian tahap pertama 7.500 dosis dan tahap kedua sebanyak 5.500 dosis," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar