#Wisata#Tubaba#Umar-Ahmad

Bupati Tubaba Kenalkan Pagardewa kepada Turis Mancanegara

( kata)
Bupati Tubaba Kenalkan Pagardewa kepada Turis Mancanegara
Umar Ahmad mengajak seluruh pengisi acara dan tamu turis mancanegara Sharing Time Megalithic Millenium Art keliling Tubaba. Salah satunya di tiyuh tua Pagardewa, Sabtu, 25 Januari 2020. (Ahmad Sobirin/Lampost.co)

Panaragan (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad promosikan wisata di kabupaten setempat. Umar Ahmad mengajak para pengisi acara dan tamu Sharing Time Megalithic Millenium Art (MMA) tur ke sejumlah destinasi wisata di Bumi Ragem Sai Mangiwawai.

Tur dimulai dari Patung Marga Empat Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, menuju Tiyuh Pagardewa, Kecamatan Pagardewa. Tur diakhiri di Talangkapung, Benteng Sabuk, di Tiyuh Gunungkatun, Kecamatan Tulangbawangudik.

Di Tiyuh Pagardewa, rombongan yang didominasi oleh turis mancanegara itu di kenalkan dengan masyarakat dan adat-istiadat setempat. Mereka juga dikenalkan sejarah asal usul tiyuh tua Pagardewa.

"Ini namanya Minak Kemala Bumi. Beliau ini yang mengislamkan wilayah Lampung. Beliau ini sosok penting sangat berjasa bagi daerah ini. Beliau hidup di abad ke-15 sebelum Masehi. Hari ini kita bersama mendoakan beliau dan mendoakan diri kita masing-masing," kata bupati.

Selesai doa, Noris Sakaya, seorang turis dari Rusia menyatakan keinginannya untuk memeluk agama Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat di saksikan seluruh rombongan. Melalui juru bicaranya kepada Lampost.co, Noris mengatakan ia tersinpirasi dari seorang muslimah.

"Saya terinspirasi dari seorang muslimah yang idealis menerapkan ajaran Islam dan saya ingin mengikuti jejaknya dan saya pilih tempat ini untuk bersyahadat karena saya suka tempat ini," ujarnya.

Usai menyaksikan pengislaman Noris, rombongan diajak menikmati keindahan alam Pagardewa dengan menaiki perahu menuju ke tengah sungai Way Kanan. Sebelumnya di tangga raja (dermaga) mereka mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait sejarah singkat Tiyuh Pagardewa oleh tokoh masyarakat setempat.

"Konon Tiyuh Pagardewa ini ada sejak abad ke-3 dan abad ke-4 Masehi, kemudian di abad ke-7 tepatnya di tahun 623 Masehi berdirilah satu kerajaan di Lampung yang namanya kerajaan Tulangbawang, pusatnya di Pagar dewa," ujar Herman sang tokoh.

Kemudian ia menjelaskan tidak salah Pagardewa sudah 27 keturunan, dan raja yang terakhir dari Kerajaan Tulangbawang ini namanya Haji Prajurit Hidayatullah. Ia adalah Raja Tulangbawang yang ke-10, sudah dinasti agama Islam.

Dirasa cukup melihat suasana Pagardewa dengan perahu kayu, rombongan bertolak menuju Tiyuh Gunungkatun, tepatnya di jejak peninggalan masa kolonial Belanda yang di namai Benteng Sabuk.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar