#beritalampung#beritapesawaran#danadesa

Bupati Pesawaran Warning Kades Berhati-hati Kelola Dana Desa

( kata)
Bupati Pesawaran <i>Warning</i> Kades Berhati-hati Kelola Dana Desa
Bupati Pesawaran saat menghadiri workshop evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Pesawaran.


Pesawaran (Lampost.co): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan pemerintah desa (Pemdes) yang ada di kabupaten setempat agar berhati-hati dalam mengelola keuangan yang telah disalurkan oleh pemerintah baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

Hal tersebut ditekankan Dendi saat menghadiri workshop evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa yang diikuti oleh seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, di Aula Pemkab setempat, Selasa, 30 Agustus 2022.

"Saat ini pemerintah telah memberikan perhatian yang besar untuk pembangunan di desa. Maka dari itu, saya berpesan kepada para kades untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan desa yang dititipkan. Gunakan dana desa yang telah disalurkan secara benar, dengan niat yang tulus untuk melayani masyarakat, tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Baca juga: 76 Saksi Diperiksa Terkait Korupsi Retribusi Sampah DLH Bandar Lampung

Dia mengatakan di 2022, pemerintah telah mengalokasikan DD sebesar Rp151 miliar lebih dan ADD sebesar Rp75 miliar lebih yang diperuntukkan bagi 144 desa di Kabupaten Pesawaran.

"Tentunya hal ini adalah amanah yang harus dapat memberikan dampak positif kepada kesejahteraan masyarakat desa. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para aparatur desa yang terus berupaya untuk memberikan kemajuan bagi masyarakat desa di Kabupaten Pesawaran," ujar dia.

Dendi berpesan kepada seluruh perangkat desa yang ada harus terus meningkatkan kecakapannya dalam mengelola desa. Karena menurutnya sampai saat ini masih terdapat 1 desa di Pesawaran yang berstatus tertinggal.

"Dari 144 desa yang ada, satu desa berstatus tertinggal, 125 desa status berkembang, 12 desa berstatus maju, dan 6 desa yang memiliki status mandiri. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi perangkat desa untuk dapat berupaya dengan maksimal mengangkat derajat kemandirian dan pembangunan di desanya masing-masing," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar