#kebakaran#pringsewu

Bupati dan Ketua DPRD Ikut Padamkan Kebakaran di Pringsewu

( kata)
Bupati dan Ketua DPRD Ikut Padamkan Kebakaran di Pringsewu
Bupati Pringsewu H. Sujadi, bersama.Ketua DPRD Suherman, ikut membantu petugas memadamkan api di Banjarejo, Banyumas. Dok

Pringsewu (Lampost.co): Semak belukar dan kebun jati milik warga di Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, terbakar, Jumat, 4 Oktober 2019. Peristiwa itu diketahui warga setempat sejak Jumat, 4 Oktober 2019, dini hari sektar pukul 02.00 dini hari.

Menurut warga Banjarejo Dawok, sejak dini hari api sudah menyala dari bagian tengah lahan. "Ya beberapa warga yang hendak ke pasar Pringsewu untuk belanja sayuran sekitar pukul 02:00, api sudah terlihat menyala," ungkap Dawok saat dihungungi.

 siang belum padam. Kemudian BPBD menurunkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran. Kepala BPBD Pringsewu M. Hotim menyatakan, dari tiga unit mobil pemadam yang di turunkan, hanya satu yang di gunakan, lantaran api tidak begitu besar. "Dan Alhamdulillah dalam waktu tak berapa lama api bisa di padamkan," ungkapnya.

Bahkan kata M. Hotim, kebakaran lahan yang langsung di laporkan kepada bupati H. Sujadi, akhirnya justru bupati ikut turun langsung berjibaku membantu memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.

Selain bupati, Ketua DPRD Pringsewu Suherman juga ikut turun langsung memadamkan api.

Dia menyatakan lahan yang lahan yang terbakar memiliki beberapa jenis tanaman:  jati dan  tanaman kakao. Namun versi Ketua DPRD, lahan terbakar sekitar pukul 12.00 siang.“Saya bersama pak bupati (Sujadi) sempat turun membantu warga dan petugas untuk memadamkan api,” kata Suherman, Jumat malam.

Dia mengatakan api bisa dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Sementara penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti.

“Saya meminta kepada seluruh kepala pekon untuk mengingatkan warganya agar waspada terhadap kebakaran, jangan sembarangan membuang puntung rokok di semak belukar. Siapa yang sengaja melakukan pembakaran lahan, itu sanksinya bisa pidana dan denda." ungkapnya. 

Berdasarkan perkiraan relawan, luas lahan belukar dan tanaman kakao dan jati yang terbakar sekitar 2,5 hektar.

Widodo

Berita Terkait

Komentar