#lampung#tuba#bumkam

BUMKam di Tuba yang Mati Suri Mencapai 90

( kata)
BUMKam di Tuba yang Mati Suri Mencapai 90
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Menggala (Lampost.co) -- Jumlah Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) di Tulangbawang yang mengalami mati suri atau tidak beroperasi mencapai 90 buah. Jumlah itu tidak sampai separuh dari BUMKam yang berdiri di Sai Bumi Nengah Nyappur.

Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Perdesaan dan Kampung (BPMPK) Tulangbawang Yen Dahren mengatakan total keseluruhan BUMKam yang ada di wilayahnya 147. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kampung yang tersebar di 15 kecamatan se-Tulangbawang.

"Jumlah BUMKam 147, semua kampung ada. Jumlah yang aktif 57," katanya saat dihubungi Lampost.co, Senin, 16 Desember 2019.

Dia menjelaskan ke-147 BUMKam tersebut telah berdiri sejak tiga tahun lalu dan bergerak diberbagai bidang, seperti penyedian jasa, jual beli, pertanian hingga peternakan. Namun, diakui banyaknya BUMKam tidak memberikan kontribusi terhadap kampung maupun masyarakat setempat.

"BUMKam sejak 2016 sudah terbentuk. Jenis usahanya rata-rata perdagangan, simpan pinjam, peternakan, pertanian, dan jasa layanan umum. Macam-macam, walau memang banyak yang tidak aktif juga," katanya.

Dia menyatakan terdapat berbagai faktor yang menyebabkan tidak berjalannya ke-90 BUMKam di Tulangbawang. Mulai dari tidak berjalannya, seperti kepengurusan hingga lemahnya sumber daya manusia (SDM) yang mengelola.

"Sebagian vakum, ada pengurus enggak jalan. Banyak faktor penyebabnya, yang pasti kualitas SDM-nya. Ini yang lagi mau dibenahi, seperti peningkatan kapasitas pengelola, manajemennya, dan lain-lain," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya ke depan berupaya meningkatkan SDM pengurus dan aparatur kampung untuk menghidupkan BUMKam sehingga berfungsi menjadi lembaga yang menghasilkan keuntungan dan menciptakan lapangan kerja. Namun, Yen Dahren mengaku tidak dapat mengintervensi kampung dalam pelaksanaan rekrutmen pengurus BUMKam karena itu merupakan kewenangan kampung.

"Yang pasti peningkatan kapasitas pengurus BUMKam dan aparatur kampung. Rekrutmen masih di tingkat kampung," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar