#bumdes#tuba

Bumdes Bratesa Adiwarna Terbaik di Tuba

( kata)
Bumdes Bratesa Adiwarna Terbaik di Tuba
Salah satu unit usaha Bumdes yakni penyediaan jasa saat panen udang, Senin, 13 Desember 2021. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co) -- Badan usaha milik desa (Bumdes) Sumber Bahari, Kampung Bratesa Adiwarna, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang menjadi Bumdes terbaik di Kabupaten Tulangbawang. Perkembangan Bumdes yang dikelola sejak 2016 itu berhasil menembus tingkat nasional dan menjadi nominasi penerima penghargaan ASEAN RDPE  Leadership Award bersama 20 perwakilan provinsi se-Indonesia dan kementerian. 

Pendapatan (Income) Bumdes saat ini mencapai Rp480 juta dan melibatkan 50 warga kampung setempat dalam menjalan roda bisnis. Bumdes Sumber Bahari, mampu mengaktifkan potensi kampung dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. 

Direktur Bumdes Sumber Bahari, Kampung Bratesa Adiwarna, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang, Bibit Saputra, mengatakan dari suntikan dana Rp40 juta itu, pihaknya menggeluti usaha jual beli barang bekas atau rongsokan. Menurutnya, tercetusnya membuka usaha itu karena melihat potensi barang bekas melimpah yang berasal dari limbah rumah tangga dan usaha tambak udang masyarakat di sekitar kampung. 

"Selama dua puluh bulan berjalan usaha itu, income Bumdes berkembang menjadi hampir Rp100 jutaan," kata Bibit, kepada Lampost.co, Senin, 13 Desember 2021.

Baca juga: 60 Unit Kendaraan di Lampung Bayar Pajak lewat Bumdes

Menurutnya, dua tahun berjalan, bisnis yang digeluti memberikan dampak positif. Sebab, selain income meningkat, juga menciptakan peluang pekerjaan baru bagi masyarakat. Ia kemudian, membuka unit usaha baru untuk mendongkrak pendapatan. 

Hingga kini, dia mengaku terdapat sembilan unit bisnis yang digeluti Bumdes yakni isi ulang air minum, pangkalan minyak jenis solar khusus petambak, penyediaan bibit benur udang Vaname, penyedia es balok, dan toko kebutuhan usaha tambak. 

Kemudian, jasa penjualan udang dari bisnis itu Bumdes mendapatkan fee dari setiap udang yang berhasil dijual, penyediaan pakan udang, dan penyediaan kebutuhan  alat tambak seperti kincir tambak dan aksesorisnya.

"Saat ini income Bumdes mencapai Rp480 jutaan," ujar dia. 

Bibit melanjutkan, terdapat 50 warga turut terlibat dari sejumlah bisnis yang berjalan. Mereka ada yang berperan sebagai pekerja sortir udang, petugas bongkar muat, dan pengampas air mineral. Di waktu tertentu, jumlah warga yang bekerja akan meningkat drastis sesuai kebutuhan. 

"Yang paling banyak melibatkan pekerja itu saat penanganan panen udang, karena vendor-vendor dari luar kerja sama dengan Bumdes. Kami wajibkan mempekerjakan warga sekitar. Dan jumlahnya ini bisa mencapai 70 orang," katanya. 

Bibit mengaku telah mempersiapkan jenis usaha baru guna mendongkrak pendapatan kampung melalui sektor Bumdes. Unit usaha itu menyediakan jasa perbaikan mesin tambak udang. 

"Ke depan, rencananya kami membuka layanan reparasi mesin. Cuma untuk usaha ini kan membutuhkan alat dan tenaga khusus. Jenis usaha ini yang kami persiapkan untuk menambah pendapatan dan juga merekrut tenaga kerja baru bagi masyarakat," ujar Bibit.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar