#BUMD

BUMD Pringsewu akan Kelola Modal Rp5 Miliar

( kata)
BUMD Pringsewu akan Kelola Modal Rp5 Miliar
Ilustrasi dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan modal dasar Rp5 miliar.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pringsewu Ediyanto menyatakan modal dasar BUMD sebesar Rp5 milyar itu rencananya akan dimanfaatkan untuk membuka beberapa usaha seperti pasar ternak, pengelolaan pasar, pembenihan ikan, jasa kebersihan, dan pariwisata.

Ediyanto menambahkan, untuk pasar ternak, Pemkab sudah dua tahun melakukan survai atau kajian di pasar Sarinongko. Dari kajian tersebut bisa disimpulkan peluang bisnis ini sangat potensial. Pasar Sarinongko nantinya akan dijadikan sentra perdagangan ternak di Pringsewu di bawah pengelolaan BUMD. 

Saat ini, Pasar Sarinongko memang masih didominasi ternak kambing. Tetapi setelah di kelola BUMD akan dikembangkan menjadi pasar ternak berbagai ternak mulai dari kambing, sapi, dan kerbau.

"Jadi semua hewan ternak bisa dipasarkan di Pasar Sarinongko," ungkap dia.

Selama ini, kata Edi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar terbilang masih sangat lemah. Oleh karena itu BUMD akan mencoba melakukan pengelolaan secara benar.

Dia menjelaskan bagi pasar pemerintah, BUMD akan melakukan pengelolaan lebih profesional.

"BUMD melihat lemahnya PAD karena diduga lemahnya pengelolaan," kata Ediyanto.

Sementara tujuan program pembenihan ikan adalah agar masyarakat Pringsewu mampu memenuhi kebutuhan benih ikan secara mandiri dan tidak harus membeli ke luar daerah. Apalagi kebutuhan benih ikan di Pringsewu sangat tinggi. 

Ediyanto menambahkan Pringsewu yang sampai saat ini menjadi penghasil ikan air tawar selalu kesulitan mendapatkan benih ikan, akibatnya para pembudidaya terpaksa membeli benih ikan ke luar Lampung.

"Inilah peluang usaha yang bisa dikelola BUMD ke depannya," kata Edi.

Dia menjelaskan kebutuhan berbagai benih ikan sangat tinggi sehingga tidak khawatir pasokan benih ikan tidak terjual. Di Pringsewu kebutuhan benih ikan seperti ikan mas, lele, nila, patin, dan gurame masih sangat menggiurkan.

BUMD juga akan membangun kerja sama dengan lembaga luar atau investor untuk bisa mengembangkan perbenihan di Pringsewu. Apalagi, permintaan pasar tiap tahun semakin meningkat.

Pada sektor kebersihan, BUMD juga akan membuka jasa tenaga kebersihan. Selama ini tenaga kebersihan diberikan tanggung jawabnya kepada para tenaga honorer sehingga tugas pokoknya sering terganggu.

"Ke depan dengan dibukanya unit usaha kebersihan, berarti BUMD akan menyediakan tenaga kebersihan baik untuk perkantoran atau pun untuk fasilitas umum," ujar dia. 

Di sektor pariwisata, BUMD akan mengembangkan pariwisata bendungan Way Sekampung di Pagelaran. Menurutnya untuk pariwisata yang sudah dikelola warga atau kelompok usaha, BUMD akan melakukan kerja sama baik penataan maupun fasilitas.

"Yang jelas pariwisata ini akan menjadi magnet tersendiri untuk cepat mendatangkan uang kepada masyarakat," tutup Edi.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar