#ekbis#bulog#serapJagung

Bulog Siap Serap Jagung Produksi Lampung

( kata)
Bulog Siap Serap Jagung Produksi Lampung
Perum Bulog siap menyerap hasil panen jagung hasil petani di Lampung. (Foto:Dok.Bulog)


Bandar Lampung (Lampost.co) --Perum Bulog siap menyerap hasil panen petani jagung di Provinsi Lampung. Hal tersebut guna membantu petani agar hasil panennya bisa laku terjual secara baik dengan harga yang kompetitif. Hal tersebut guna mensukseskan Petani Berjaya yang digaungkan Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim.

Berdasarkan data Pusdatin Kementan RI, sebagai produsen jagung tertinggi dengan kadar air 15%. Provinsi Lampung berada diperingkat ketiga nasional dengan luas panen 474,9 ribu ha menghasilkan 2,83 juta ton jagung. Sementara posisi pertama diisi oleh Jawa Timur, dengan luas panen 1,19 juta ha menghasilkan 5,37 juta ton jagung dan posisi kedua Jawa Tengah dengan luas panen 614,3 ribu ha menghasilkan 3,18 juta ton jagung. 

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, mengatakan selain beras, kedepan Bulog juga akan menyerap jagung dari para petani. Kerja sama dengan petani, koperasi dan gapoktan sesuai standarisasi jagung. Untuk harganya bisa sekitar Rp4.300/kg sampai Rp5000/kg. Bulog juga memberikan bantuan Corn Sheller atau mesin perontok jagung kepada gapoktan di Lampung guna memudahkan petani jagung.

"Pada saat rakornas kemarin, kami serap 30 ribu ton se-Indonesia yang tersebar di Jawa, Lampung dan sebagainya, yang sudah terserap sebanyak 16,5 ribu ton. Bila memang perlu kuota penyerapannya ditambah lagi, maka akan disampaikan lagi saat rakornas," katanya, Kamis, 18 November 2021.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menyerap hasil jagung para petani. Bulog bekerjasama dengan beberapa koperasi dan gapoktan untuk melakukan penyerapan. 

"Saat ini panen sudah hampir habis, nanti Desember - Januari panen maka kami siap menyerap hasil petani jagung. Target tahap 1, kita siap menyerap 1.000 ton," katanya.

Febby mengatakan para petani juga perlu memperhatikan kadar air dan butiran jagung agar tetap baik sehingga kualitas tetap terjaga dan harga jualnyapun tinggi, bisa dibeli mencapai Rp5.700/kg guna menyejahterakan petani.
"Bulog bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung untuk memberikan edukasi kepada petani agar hasil produksinya bagus," katanya.

 

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar