bedahbuku

Buku Dia Menanti di Surga Akan Dibedah Virtual

( kata)
Buku Dia Menanti di Surga Akan Dibedah Virtual
Foto. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Buku Dia Menanti di Surga karya Ila Fadilasari, akan dibedah secara virtual melalui aplikasi zoom pada Kamis, 29 Oktober 2020, pukul 13.00-15.00 WIB. Acara itu merupakan rangkaian Konferensi Wilayah (Konferwil) PW Fatayat NU Lampung, yang diselenggarakan secara online maupun offline.

Bedah buku akan menghadirkan Ila Fadilasari sebagai penulis, Udo Karzi (ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung) sebagai pembahas, dan akan dimoderatori Hj Malikhah Saadah (Dirut Assaadah Global Islamic School). Bedah buku itu terbuka untuk umum dengan mengakses link https://bit.ly/konferwilfatayat.

Menurut Ila Fadilasari, buku Dia Menanti di Surga adalah buku yang dia tulis berdasarkan kisah yang dialaminya sendiri (true story), saat kehilangan buah hati. Dia ingin berbagi pengalaman bagaimana menyikapi bayi yang sakit, merawatnya, dan bagaimana mengikhlaskan sang buah hati yang akhirnya harus berpulang.

“Sering kita mendengar kabar bayi-bayi yang meninggal dan disebabkan oleh berbagai hal. Banyak orang tua yang terpuruk karena ditinggal sang buah hati. Nah saya ingin berbagi tips mengatasi kesedihan, sekaligus membangkitkan semangat para orang tua agar tidak terus larut dalam duka,” katanya.

Ila juga mengingatkan agar orang tua tidak lalai saat bayinya sakit, namun jangan juga panik.

Di bukunya itu Ila juga menulis tentang penyakit paling berbahaya di dunia, yang telah merenggut nyawa anak laki-lakinya itu. “Tiga setengah tahun sejak kematian Alvin, saya baru tahu, kalau anak saya itu menderita penyakit yang telah banyak membunuh bayi dan anak-anak, yaitu pneumonia. Saya mendapatkan informasi itu setelah mendapat rekam medis dari rumah sakit, yang kemudian saya perjelas dengan mempelajari sejumlah sumber dan mewawancarai sejumlah dokter,” katanya.

Ila menjelaskan, menulis tentang pengalaman pribadi ternyata mengasyikkan juga, meski tidak juga bisa dibilang mudah.

Sebelumnya, Ila yang dikenal sebagai jurnalis ini, menulis buku Talangsari 1989 Kesaksian Korban Pelanggaran HAM Peristiwa Lampung, dan Dipasena: Kemitraan Konflik dan Perlawanan Petani Udang.

Winarko







Berita Terkait



Komentar