#kedaikopi#ekbis#petanikopi#kuliner

Bukan Sekedar Tempat Ngopi, Kedai Kopi Harus Bisa Dorong Kesejahteraan Petani

( kata)
Bukan Sekedar Tempat Ngopi, Kedai Kopi Harus Bisa Dorong Kesejahteraan Petani
Owner Kedai Cortado Tandjoengkarang Coffee Febrio Martha Mustafa. (Foto: Dok)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Budaya ngopi (minum kopi) dan bisnis kedai kopi saat ini terus merambah anak muda generasi 'jaman now' di Provinsi Lampung. Ngopi juga bukan sekedar kongkow-kongkow namun harus berdampak positif bagi perekonomian di Bumi Ruwai Jurai.

Momentum Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 2018 kemarin harus dijadikan semangat anak-anak muda pencipta kopi untuk terus berkarya menciptakan kenikmatan minuman kopi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap petani kopi. Hari Kopi pertama kali diperingati pada tanggal 1 Oktober 2015 oleh Organisasi Kopi Internasional di Milan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota Komunitas Penikmat Kopi di Lampung (KPKL), Febrio Martha Mustafa. Ia mengatakan budaya ngopi sudah menjadi gaya hidup atau lifestyle kaum millinial di Kota Tapis Berseri. Anak-anak muda yang tergabung dalam KPKL bukan hanya menyajikan nikmatnya seruputan kopi. Akan tetapi mengedepankan kesejahteraan petani kopi yang ada di Lampung

"Budaya ngopi anak muda millenial ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani di Lampung Barat dan Tanggamus mempunyai kualitas kopi robusta yang berpotensi meningkatkan perekonomian sehingga mensejahterakan petani," katanya kepada Lampost.co, Kamis (4/10/2018)

Owner Kedai Cortado Tandjoengkarang Coffee yang beralamatkan di Jalan Teuku Umar dekat fly over Mal Boemi Kedaton Bandar Lampung ini juga mengatakan bahwa kedepan kedai kopi yang ada harus terus dikembangkan. Bisnis yang digemari anak muda tersebut diharap terus memberikan karya-karyanya dalam olahan kopi.

"Kedai kopi di Lampung sudah banyak. Tapi jangan sekedar ikut-ikutan bikin kopi, tapi serius ditekuni. Di KPKL rata-rata anggotanya yang bener-bener menjalani prinsip fair trade dengan petani," kata dia.

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar