#budidaya#perikanan

Budi Daya Koi Jadi Peluang Usaha saat Pandemi

( kata)
Budi Daya Koi Jadi Peluang Usaha saat Pandemi
Pekerja sedang membersihkan kolam pembibitan ikan koi di Natar. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Balai Benih Ikan (BBI) Natar, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut budi daya ikan hias jenis koi bisa jadi peluang usaha di masa pandemi covid-19. Perawatan ikan ini disebut cukup murah, minim pesaing, serta harga yang nyaris tak pernah turun di pasaran.

Kepala Teknisi BBI Natar, Apriyadi menjelaskan, pembiudi daya ikan koi dari proses perkawinan, pemisahan anak dari indukan, hingga menjadi bibit yang laku di pasaran masih sangat sedikit. 

"Yang memproduksi sangat minim, tapi peminat cenderung naik di tiap tahunnya," jelas Apriyadi, Rabu, 21 Juli 2021. 

Baca: Madu Hasil Budi Daya di Lampung Diimbau Bersertifikat NKV

 

Harga jual yang dibanderol ikan ini cukup menggiurkan. Apriyadi mengeklaim untuk satu ekor harganya bisa ratusan ribu rupiah.

"Di tempat kami ini beli untuk indukan per satu ekor Rp300 ribu untuk yang berukuran 20 centimeter," ungkapnya. 

Bahkan, kata dia, jika warnanya menarik dan ukurannya besar maka bisa terkerej di harga sekitar tiga sampai enam juta rupiah.

"Tergantung kualitas. Malah ada yang sampai puluhan juta rupiah," kata Apriyadi. 

Hal itu, lanjut Apriyadi, berbanding terbalik dengan harga bibitnya yang cenderung murah meriah.

"Kalau jual bibit harga terendah ada yang sampe cuma Rp1000 per ekor," katanya. 

Tantangan budi daya koi hanya di kebutuhan air dan oksigen yang besar, serta makanan saat pembibitan.

"Kesulitan dalam hal pembibitan adalah soal makan. Ikan jenis ini harus diberi makan kutu air, cacing sutra, baru kemudian pakan buatan," pungkas Apriyadi. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar