#rerie

Budaya Disebut Alat Kontrol Pembangunan Bangsa

( kata)
Budaya Disebut Alat Kontrol Pembangunan Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan bertema Nilai Luhur Budaya Bangsa, di Padepokan Ki Warseno Slenk, Solo, Jawa Tengah, Senin, 12 Desember 2022. Dok Rerie


Jakarta (Lampost.co) -- Budaya dinilai menjadi kontrol untuk mengendalikan politik di tengah arus modernisasi yang kerap mengesampingkan nilai kemanusiaan. Hal itu agar tetap bermartabat dan menjunjung tinggi integritas manusia dalam proses pembangunan bangsa dan negara.

"Proklamator Mohammad Hatta menegaskan budaya adalah jiwa bagi politik suatu bangsa. Tanpa anak bangsa yang berbudaya luhur, sulit untuk menggapai cita-cita masyarakat adil dan makmur," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan bertema Nilai Luhur Budaya Bangsa, di Padepokan Ki Warseno Slenk, Solo, Jawa Tengah, Senin, 12 Desember 2022.

Menurut dia, budaya sebagai realitas yang berwujud cara hidup suatu kelompok masyarakat. Dari cara hidup itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, terbentuk karya-karya intelektual, perumusan nilai moral,

tatanan kehidupan yang diwariskan turun-temurun.

Berdasarkan nilai-nilai budaya yang ada di nusantara, kata anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, bangsa Indonesia hingga kini memiliki konsensus kebangsaan yang terdiri atas Pancasila sebagai filosofi kehidupan berbangsa, konstitusi UUD 1945 sebagai sumber dari segala sumber hukum, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Keempat konsensus tersebut, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sarat nilai, jaminan perlindungan, arah pembangunan nasional, tujuan bernegara, pemenuhan hak sosial politik warga negara dan memuat arah pembangunan bangsa.

Bersumber dari dinamika pembentukan NKRI, Pancasila sebagai norma dasar berbangsa dan bernegara menjadi wajah kebudayaan Indonesia yang memungkinkan pelestarian identitas kelompok sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas keindonesiaan.

Salah satu cara untuk tetap berpegang pada jati diri bangsa ini dengan melestarikan kearifan lokal, membangun kesadaran masyarakat di berbagai daerah untuk menjaga, dan mencintai budaya nusantara.

“Sehingga empat konsensus kebangsaan yang kristalisasi nilai dari ragam entitas kebudayaan nusantara harus diimplementasikan dalam setiap dinamika sosial manusia Indonesia untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara Indonesia membangun masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar