#laporanpalsu#beritalampung

Buat Laporan Palsu, Warga Kebun Jeruk Dituntut 6 Bulan Penjara

( kata)
Buat Laporan Palsu, Warga Kebun Jeruk Dituntut 6 Bulan Penjara
Lampost.co/Ahmad Amri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Luqman Armanto (23) warga Kebon Jeruk, Tanjung Karang Timur,  Bandar Lampung, terdakwa pembuat laporan palsu dituntut 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN)  Tanjungkarang kelas 1A, Bandar Lampung, Rabu 29 Januari 2020.


Jaksa Ali Mashuri dalam tuntutanya mengatakan terdakwa Luqman Armanto terbukti membuat laporan palsu ke Polsek Sukarame, Senin, 22 Oktober 2020.

"Terdakwa terbukti,  membuat keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik seolah-olah keterangan sesuai dengan kebenaranya, oleh karena itu,  terdakwa dituntut enam bulan penjara, "kata Ali Mashuri,  Rabu 29 Januari 2020.

Dia menjelaskan, perbuatan terdakwa terbukti dan melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 266 ayat (1) KUHPidana karena terdakwa membuat laporan palsu ke Polsek Sukarame,  terkait kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap diri terdakwa, Senin 22 Oktober 2020.

" Awalnya, pada Senin, 21 Juli 2019, terdakwa mengajukan pembelian sepeda motor N-Max secara keredit melalui proses pembiayaan yang dibiayai oleh pihak Leasing PT Mandala Multifinance dan disetujui, terdakwa membayar DP sebesar Rp1,7 juta dengan angsuran Rp1.275.000, "jelasnya.

Kemudian,  terdakwa tidak membayar cicilan hingga menunggak selama 33 bulan,  akhirnya pada Selasa, 22 Oktober 2019 terdakwa mendatangi kantor Polisi Polsekta Sukarame Bandar Lampung untuk melaporkan peristiwa seolah olah terdakwa telah menagalami peristiwa pencurian dengan kekerasan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha N-Max No.Pol BE-2915-ACT warna hitam pada Selasa 22 Oktober 2019 sekira pukul 02.00 WIB di Jalan Endro Suratmin Ujung samping tembok lapangan Golf, Sukarame, Sukarame Bandar Lampung dengan bukti Laporan Nomor : STPL/1123-B/X/2019/SPKT tanggal 22 Oktober 2019.

Terdakwa bermaksud mengunakan laporan polisi untuk meyakinkan pihak PT. Mandala Multifinance agar tidak lagi meneruskan angsuran pembayaran sepeda motornya.

Pada saat di minta keterangan oleh polisi ternyata tidak saling bersesuaian sehingga menimbulkan kecurigaan. Kemudian dilakukan intograsi terhadap terdakwa atas kebenaran laporan itu.

"Dan polisi olah TKP dari beberapa titik CCTV dilokasi,  tidak ada kejadian yang dialami oleh terdakwa hingga akhirnya terdakwa mengakui kepada pihak kepolisian tidak terjadi curas terhadap dirinya,  lalu terdakwa diamankan pihak kepolisian,Polsek Sukarame, "ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas








Berita Terkait



Komentar