#vakinasi#BTPNSyariah#NTB

BTPN Syariah Bantu Percepatan Vaksinasi di Mataram

( kata)
BTPN Syariah Bantu Percepatan Vaksinasi di Mataram
Foto: Direktur Bisnis PT Bank BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio bersama jajaran saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SD Aisyiah Ampenan, Kamis, 14 Oktober 2021. (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)


Mataram (Lampost.co)-- BTPN Syariah turut bergerak mempercepat vaksinasi bagi nasabah dan masyarakat Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Vaksinasi tersebut dipusatkan di SD Aisyiah Ampenan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Selain vaksinasi, BTPN Syariah juga berperan  menghidupkan perekonomian masyarakat sekitarnya dan tutur merenovasi gedung SD Aisyiah Ampenan yang hancur karena gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 lalu. 

Setelah direnovasi tahun 2019, anak-anak kembali semangat untuk belajar bahkan jumlah siswanyapun naik signifikan sampai 300%. Di SD Aisyiah Ampenan ini juga menaman sayuran hidroponik untuk masyarakat sekitar. 

Direktur Bisnis PT Bank BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio mengatakan vaksinasi merupakan bagian dari program yang telah dicanangkan. Kegiatan ini merupakan aktivitas sosial yang berkelanjutan guna mendukung pemerintah untuk mewujudkan percepatan vaksinasi agar terbentuknya herd immunity di masyarakat.

"Gerakan vaksinasi terus dilakukan bersama-sama untuk mempercepat kekebalan tubuh. Kami berharap, apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan mendukung pemerintah melakukan percepatan vaksinasi," katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr. Zainul Arifin, mengatakan capaian vaksin di Provinsi ini ada sekitar 48% untuk dosis pertama dan sekitar 16% untuk dosis kedua. 
Sementara untuk capaian Kota Mataram sudah sekitar 88% dosis pertama dan 55% dosis kedua. Hari ini di SD Aisyiah Ampenan disediakan 250 dosis vaksin.

"Masyarakat disini antusias divaksin, tetapi saat ini kendalanya kedatangan dosis vaksinnya yang masih bertahap," katanya.

Ketua Yayasan Aisyiah, Sopiah Rawiana menceritakan ide-ide dari BTPN Syariah membuat pihaknya terus optimistis melakukan langkah-langkah kebaikan. Hal yang tadinya tidak terpikirkan dan terbayangkan kini menjadi kenyataan. 

Ia menceritakan sekolah ini awalnya kubangan sapi dan tak dilirik orang, kini sudah terlihat cantik.

"Tugas kami menggerakan seluruh investasi dan menata sumber daya manusia, yang tadinya hanya 3 guru sekarang sudah 11 guru. Dulu hanya ada 6 peserta didik sekarang sudah 65 peserta didik, saat ini juga sedang proses akreditasi. Selain untuk belajar, aula sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk posyandu," katanya. 

 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar