bantuansosiallampungselatan

Bantuan Tunai di Desa Bumijaya Diduga Disunat Rp100 Ribu

( kata)
Bantuan Tunai di Desa Bumijaya Diduga Disunat Rp100 Ribu
Antrean pencairan bantuan sosial tunai (BST) warga Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, di Kantor Pos Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana Wibysono

Kalianda (Lampost.co) -- Pembagian bantuan sosial tunai (BST) yang merupakan program Kementerian Sosial di Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, diduga disunat. Pemotongan dilakukan kepala desa. Alasannya, untuk dibagikan kembali kepada warga yang tidak mendapat bantuan.

Informasi yang dihimpun Lampost.co, Rabu, 10 Juni 2020, ada 325 warga Desa Bumijaya yang menerima bantuan sosial dari Kemensos sejak bulan lalu. Bantuan itu rencananya dipotong Rp100 ribu dari Rp600 ribu yang diterima.

"Tidak ada paksaan, Mas. Cuma dibilang kalau uang ini nantinya dibagikan lagi kepada warga yang tidak dapat bantuan," kata Suwarni, 55, warga Desa Bumijaya, di Kantor Pos Sidomulyo.

Dia menjelaskan, sesuai penuturan kepala desa, uang hasil pemotongan yang terkumpul akan dibagi rata kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Masing-masing Rp300 ribu per orang. 

Zainal, warga Desa Bumijaya lainnya, mengamini keterangan Suwarni. "Dikoordinasi RT masing-masing, untuk ngumpulin uang ini setelah pencairan di Kantor Pos," kata Zainal, 49.

Namun, Kepala Desa Bumijaya Aris Mustofa membantah melakukan pemotongan BST yang akan dibagikan ke warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial. "Informasi tidak benar, bahkan kemarin kepolisian sudah datang mengklarifikasi," ujarnya kepada Lampost.co.

Dia menjelaskan justru masyarakat sendiri yang berinisiatif membagikan bantuan uang kepada tetangganya sendiri yang tidak mendapatkan bantuan. "Tidak ada pengondisian, kami aparatur desa tidak terlibat di dalamnya," ujarnya.

Menurut dia, informasi yang beredar selama ini sengaja diembuskan ada pemotongan BST yang dilakukan aparatur Desa Bumijaya. "Biasalah, kades merupakan jabatan politik, jadi isu tidak sedap kerap diembuskan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Candipuro AKP Defrison mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait informasi pemotongan BST Rp100 ribu di Desa Bumijaya. "Mengenai dugaan pemotongan BST masih dalam penyelidikan," ujarnya. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar