#tajuk#branti#bandarainternasional#beritalampung

Branti Membuka Akses Dunia

( kata)
Branti Membuka Akses Dunia
Dokumentasi Lampost.co

SETELAH beberapa waktu menunggu, harapan Provinsi Lampung menjadikan Bandara Radin Inten II sebagai bandar udara internasional akhirnya terwujud.  Perubahan status Bandara Radin Inten II dari bandara domestik menjadi bandara internasional ditetapkan melalui Surat Keputusan Menhub No. KP 2044 Tahun 2018 tentang Penetapan Bandar Udara Radin Inten II di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sebagai bandar udara internasional, tertanggal 18 Desember 2018.

Fasilitas bandara, seperti terminal, runway, dan apron telah dinyatakan siap oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya akhir November lalu, sehingga dianggap sudah memenuhi syarat untuk naik status menjadi bandara internasional. Kita tinggal menunggu pengelolaannya diserahkan ke PT Angkasa Pura II.  Penetapan Branti sebagai bandara internasional memang sudah lama didamba masyarakat Lampung. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menjadikan bandara ini layak menjadi bandara internasional. Mulai dari menambah landasan pacu hingga kini memiliki panjang landasan 3.000 X 45 meter dan landasan hubung 95 X 23 meter. Sementara itu, luas landas parkir (apron) mencapai 545 X 110 meter, atau mampu menampung sekitar delapan pesawat.

Dengan perubahan status ini, akses masyarakat Lampung ke luar negeri pun akan semakin mudah, begitu juga sebaliknya. Bahkan, sudah ada wacana pembukaan rute penerbangan langsung Lampung—Singapura dan Lampung—Kuala Lumpur. Tercatat total penumpang internasional dari Lampung, sebanyak 40% ke Singapura, 30% ke Kuala Lumpur, dan sisanya ke Jepang, Korea, serta Australia.

Tidak hanya itu, perubahan status Bandara Radin Inten II dari domestik menjadi bandara internasional juga dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai, terutama di sektor pariwisata dan investasi asing. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung harus bersiap dengan infrastruktur yang mendukung, seperti kondisi jalan yang baik, listrik, ketersediaan penginapan, tempat wisata, juga jaminan keamanan, termasuk juga soal kemudahan perizinan.

Kita tidak ingin status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional ini justru dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi. Seperti masuknya tenaga kerja asing, serbuan produk luar, termasuk peredaran narkoba, harus diantisipasi. Tidak bisa dimungkiri dengan semakin mudahnya akses masuk dan ke luar negeri, faktor keamanan sudah semestinya ditingkatkan. Perlu diingat, suatu bandara bisa disebut bandara internasional jika memiliki fasilitas pelayanan kepabeanan, imigrasi, dan karantina. Karena itu, peningkatan pelayanan tiga hal ini harus menjadi prioritas.

Peningkatan status bandara juga tentunya akan semakin mendekatkan harapan Pemprov Lampung untuk bisa memberikan layanan embarkasi haji penuh pada masyarakat. Terlebih jumlah jemaah calon haji juga terus bertambah setiap tahunnya. Untuk itu, perlu dilakukan persiapan matang, terutama fasilitas penunjang embarkasi, sehingga jika Kementerian Agama memberikan embarkasi penuh, kita pun sudah siap. 

Kita harus bisa memanfaatkan peningkatan status ini untuk membuka akses dunia sehingga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian Lampung.

Tim Tajuk



Berita Terkait



Komentar