#advetorial#pertanian#BPTP

BPTP Lampung Gelar Panen Raya Padi Inpari 30 di Candipuro

( kata)
BPTP Lampung Gelar Panen Raya Padi Inpari 30 di Candipuro
BPTP Lampung melakukan panen raya perbenihan VUB Padi Inpari 30 di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. (Foto:Dok.BPTP Lampung)


Bandar Lampung (Lampost.co)--BPTP Lampung melakukan panen raya perbenihan VUB Padi Inpari 30 di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. 

Pada agenda itu, hadir pula Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Fadjry Djufry, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Suwandi, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Dr. Fery Fahruddin Munir, Kepala BPTP Lampung Dr. Jekvy Hendra, beserta jajarannya, Kepala BULOG Divre Lampung, Faisal, Direktur Umum dan Keuangan PT. PUSRI, Camat beserta Forkopimcam Candipuro, para penyuluh serta petani.

"Saat ini Lampung telah menjadi penyumbang pangan untuk wilayah DKI Jakarta dan Pulau Jawa. Lampung Selatan dapat menjadi daerah penyangga ketahanan pengan nasional," kata Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, dalam sambutannya.

Selanjutnya Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyatakan saat ini Balitbangtan telah menghasilkan 318 VUB, di antaranya Inpari 30 yang saat ini dilakukan panen raya. Inpari 30 ini berasal dari Varietas Ciherang yang telah mengalami pengembangan, yaitu toleran terhadap genangan. 

Selanjutnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan petani di Candipuro telah naik kelas, menjadi penangkar benih, dan dapat menyuplai kebutuhan benih padi di Lampung Selatan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian yang telah mendampingi petani di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, sehingga dapat memperoleh hasil produksi mencapai 7,8 ton/ha dan hasil yang diperoleh dijadikan sebagai sumber benih. 

"Kendala utama di Kabupaten Lampung Selatan dalam pengembangan pertanian adalah kekurangan alsin dan jaringan irigasi, terutama jaringan tersier," ucapnya. 

Dalam kegiatan juga diserahkan secara simbolis alsintan (combine harvester), Sertifikat Rekomendasi sebagai Penangkar Benih, benih padi Inpari 30 hasil penangkaran Kelompok Tani Bali Lestari, pupuk cair LOB dari PT GGP, benih padi Inpari 32 dari PT Agri Makmur Pertiwi, dan benih kelapa varietas Kelapa Puan Kalianda.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar