Bakauhenikapal

BPTD Larang Berlayar Kapal Pelanggar Prokes

( kata)
BPTD Larang Berlayar Kapal Pelanggar Prokes
Foto. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten bersama BPTD wilayah VI Bengkulu- Lampung akan memberikan sangsi tegas terhadap perusahaan penyeberangan yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam pelayaran lintas Pelabuhan Bakauheni-Merak.

"Sangsi tegas bagi perusahaan kapal motor penumpang (KMP) yang melanggar prokes itu dilarang berlayar mengangkut penumpang selama satu trip. Sangsi tersebut sudah diterapkan oleh BPTD," kata General manager PT ASDP cabang Bakauheni, Hasan Lessy, kepada lampost.co, Rabu, 30 September 2020.

Menurut dia, sejak dilaksanakan prokes, BPTD wilayah VIII Banten telah memberikan sanksi tegas terhadap satu perusahaan kapal yang tidak menerapkan prokes.

"Sudah ada satu kapal yang tidak diizinkan berlayar satu trip karena tidak menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penumpang dan kru kapal wajib menggunakan masker. Perusahaan kapal juga wajib menyediakan sarana cuci tangan seperti hand sanitizer atau sabun, dan menjaga jarak, seta ditambah pengukuran suhu tubuh kepada penumpang kapal saat memasuki kapal.

"Pihak kami juga pernah membagikan 100.000 masker di Pelabuhan Merak sebagai dalah satu upaya untuk mwncegah penyebaran Covid-19," ungkap mantan GM PT ASDP cabang Bakauheni.

Sejak awal pandemi Covid-19, ujar Hasan, standar operasional prosedur (SOP) prokes telah diterapkan. Pihaknya juga membuka layanan pengaduan melalui akun media sosial, baik milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan BPTD Wilayah VIII Banten.

“Penumpang yang tidak puas atas prokes yang tidak diterapkan kami imbau sampaikan ke medsos kita baik WA, IG, maupun FB,” tandasnya.

Hasan menambahkan prokes di pelabuhan dan kapal menjadi perhatiannya. Bukan hanya untuk keselamatan penumpang tetapi kru kapal juga.

"Untuk itu kami imbau kepada stakeholder di pelabuhan penyeberangan agar selalu mengingatkan penumpang untuk patuh prokes saat di pelabuhan maupun diatas kapal," pungkasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar