#bps#ekbis#indekshargakonsumen

BPS Memutakhirkan Diagram Timbang Indeks Harga Konsumen

( kata)
BPS Memutakhirkan Diagram Timbang Indeks Harga Konsumen
Kabid Statistik Distribusi, Riduan, sedang menjelaskan mengenai pemutakhiran diagram timbang di Aula Kantor BPS, Jumat, 31 Januari 2020. Lampost.co/Atika Oktaria

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sosialisasi kemutakhiran diagram timbang indeks harga kosumen di Aula kantor BPS, Jumat, 31 Januari 2020.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Lampung Riduan mengatakan bahwa dasar komponen perubahan kemutakhiran diagram timbang indeks harga konsumen Provinsi Lampung didasari karena BPS melakukan cara untuk dapat menghasilkan data yang berkualitas.

"BPS harus mengikuti zaman, dalam arti bagaimana kita ikuti pola masyarakat yang berubah, aka harus diikuti. Seperti pengeluaran yang paling modern misalkan dengan melakukan pengeluaran keuangan untuk ojek online, pengeluaran belanja pakaian melalui online dan sebagainya," ujar dia.

Riduan mengatakan perubahan klasifikasi yang semula dari 7 klasifikasi kini bertambah menjadi 11 klasifikasi. Jika dahulu, makanan jadi masuk kedalam klasifikasi makanan jadi, namun sekarang sudah berubah, dimana makanan jadi sudah beragam seperti dibungkus dan berbeda kriteria sehingga saat ini sudah dipisahkan.

"Sekarang makin detil perincian dapat dihitung, maka akan makin detil juga analisa data yang BPS lihat. Penambahan klasifikasi dilakukan guna lebih merinci dan memudahkan menganalisa untuk kebijakan selanjutnya," ujar dia.

Ia mengatakan bahwa alur dari pembentukan indeks harga konsumen dapat dilihat melalui survei biaya hidup (SBH) yang dilihat melalui pola konsumsi masyarakat serta diagram timbang dan dilihat nilai konsumsi dasar sehingga akan terhitung indeks harga konsumen (IHK) dalam periode survei biaya hidup 5 tahunan.

"Untuk periode survei harga konsumen bulanan dapat dilihat melalui survei harga konsumen. Kemudian dilihat melalui harga baran dan relatif harga, sehingga akan terlihat indeks harga konsumen," ujar dia

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar