#beritalampung#beritalampungterkini#susenas#angkakemiskinan

BPS Lampung Masih Lakukan Susenas Angka Kemiskinan di Lampung

( kata)
BPS Lampung Masih Lakukan Susenas Angka Kemiskinan di Lampung
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung saat ini masih melakukan pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mengetahui angka kemiskinan di Sang Bumi Ruwa Jurai. Untuk data profil angka kemiskinan di Lampung baru dapat dilihat per Maret 2022, sementara data terbaru masih dalam proses penghitungan.

"Sekarang masih tahap pengolahan kemudian baru setelah itu penghitungan, diperkirakan data kemiskinan untuk per September 2022, baru dapat di rilis pada sekitar awal atau pertengahan Januari 2023," ujar Statistisi muda, BPS Lampung, Yudia Ningsih, Kamis, 6 September 2022.

Baca juga: Jaring Pengaman Sosial Dibutuhkan Masyarakat Miskin Ekstrem 

Per awal September ini, pemerintah secara resmi telah menetapkan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu tentu nantinya akan berdampak pada daya beli dan perekonomian masyarakat.

"Kenaikan BBM tentu akan berdampak. Namun, hal itu bisa diimbangi dengan peningkatan perekonomian, terlebih saat ini pandemi sudah melandai diharapkan geliat ekonomi semakin membaik," katanya.

Sebelumnya, BPS Lampung telah merilis hasil survei angka kemiskinan per Maret 2022. Brdasar hasil survei itu, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 1,00 juta orang atau 11,57 persen. Angka itu turun 4,61 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2021 yang 1,01 juta orang atau 11,67 persen.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2022 mencapai 8,31 persen atau turun 0,19 poin dibandingkan September 2021 yang 8,50 persen. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2022 adalah 13,14 persen atau turun 0,04 poin jika dibandingkan September 2021 yang 13,18 persen.

Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Sumbangan garis kemiskinan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2022 tercatat 74,85 persen, kondisi ini menurun dibandingkan dengan kondisi September 2021 yaitu 75,29 persen.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar