#pajak

BPPRD Tarik Pajak Dua Jasa Penyedia Layanan Penginapan Murah

( kata)
BPPRD Tarik Pajak Dua Jasa Penyedia Layanan Penginapan Murah
Ilustrasi. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Maraknya tempat penginapan yang menggunakan atau bekerja sama dengan Oyo maupun Reddoorz berdampak dengan berkurangnya tamu di sejumlah hotel berbintang di Bandar Lampung. Sebab Oyo dan Reddoorz memberikan diskon yang cukup besar, salah satunya harga penginapan sangat murah, bahkan harganya sangat jauh dari hotel melati yang menawarkan biaya penginapan murah per harinya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) telah berkoordinasi dengan Oyo dan Reddoorz untuk mengetahui jumlah penginapan yang bekerja sama dengan mereka. "Kami sudah berkoordinasi dengan Oyo. Kami minta data ke mereka penginapan mana saja yang kerja sama dengan mereka, tapi saat ini belum dikasih," ujar Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi, melalui Kabid Pajak Andre Setiawan, Selasa, 17 Maret 2020.

Hal yang sama pun telah diterapkan kepada Reddoorz, BPPRD Bandar Lampung sampai kini belum memperoleh data jumlah total penginapan yang bekerja sama dengan kedua jasa penyedia layanan penginapan murah tersebut.

"Reddoorz juga sama belum ngasih data ke kita. Padahal itu sudah kami laksanakan atau minta sejak Februari lalu. Kalau alasan dari Oyo sini, mereka sudah menghubungi yang di Palembang," ujarnya.

Menurut dia, beberapa Oyo yang berada di Bandar Lampung telah ditarik pajak oleh BPPRD setempat. Dengan belum seluruhnya ditarik pajak, maka BPPRD meminta data jumlah seluruhnya agar kewajiban akan pajak hunian atau hotel dapat diberikan penyedia layanan.

"Karena ini belum ada tanggapan dari Oyo, kemungkinan nanti akan kami setop pemasangan reklame mereka. Artinya, ini pun harus menjadi perhatian mereka, meskipun sebagai penyedia tetap wajib berkontribusi terhadap pendapatan daerah," katanya. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar