#pajak#aparat#lamsel

BPPRD Lamsel Gandeng Aparat Tagih Pajak

( kata)
BPPRD Lamsel Gandeng Aparat Tagih Pajak
dok

Kalianda (Lampost.co) -- Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, akan melibatkan aparat yang berwajib untuk melakukan penagihan pajak terhadap wajib pajak (WP) yang bandel.

Kasubid Pengawasan dan Pengendalian BPPRD Lampung Selatan Yulizar Dwi Putra mengatakan dari 140 WP yang dipasang alat perekam pajak (tapping box,red) ternyata tidak semua WP yang menggunakan alat tersebut.

"Ya, 90 persen digunakan tapping box dengan tanda indikator hijau. Selebihnya, indikator biru (2x24 tidak digunakan) dan kuning (3x24 tidak digunakan). Karena itu terkoneksi di kantor kita. Jadi,  setiap waktu bisa kita pantau,"katanya.

Dia menjelaskan,  bagi WP dengan  indikator biru didominasi oleh WP parker, sementara kuning yakni WP resto dan hotel yang masuk dalam kategori penggelapan pajak. Oleh karena itu, pihaknya akan turun dan menegur melalui surat teguran tertulis pertama hingga ketiga.

"Kalau sudah ditegur secara lisan masih bandel, dikasih surat masih juga, ke depan kita akan datang bersama para penegak hukum," jelasnya.

Dia pun mengakui, sejak di pasang alat perekam pajak untuk WP dengan 4 item pajak yakni tempat hiburan, restoran dan rumah makan, perhotelan termasuk pajak air tanah (PAT), terdapat peningkatan capaian PAD mencapai 80 persen.

"Totalnya ada 140 WP yang dipasang alat Taping Box. 100 unit di tahun 2018, 40 unit tahun 2019. Nah, untuk 2020 kita masih berkoordinasi dengan pihak Bank Lampung, agar ada penambahan alat," tegasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar