#bpom#jajanansehat#kesehatan#reportercilik

BPOM Lampung Ajak Anak Selektif Pilih Jajanan

( kata)
BPOM Lampung Ajak Anak Selektif Pilih Jajanan
Plt Kepala BPOM Lampung Tri Suryanto menjelaskan kepada repcil Lampost tentang ciri—ciri jajanan yang sehat dan jajanan yang berbahaya. (LAMPUNG POST/SUKISNO)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Provinsi Lampung mengajak anak sekolah untuk lebih selektif dalam mengonsumsi jajanan. Plt Kepala BPOM Lampung Tri Suryanto mengatakan pihaknya akan secara kontinu mengawasi makanan, obat, jamu, dan suplemen kesehatan, termasuk jajanan anak di sekolah.

“BPOM ini punya tugas yang mulia. Kami melakukan pengawasan makanan, termasuk jajanan di sekolah. Selain makanan, kami juga mengawasi kosmetik seperti sabun dan bedak untuk melindungi masyarakat supaya sehat,” kata dia saat diwawancarai Reporter Cilik Lampung Post, di kantornya, Jumat, 27 September 2019.

Terlebih, lanjut Tri, beberapa waktu yang lalu ada temuan jajanan berbahaya di sebuah sekolah dasar di Bandar Lampung. Namun, dia menegaskan agar anak-anak tidak usah khawatir karena pihaknya akan mengawasi terus peredaran jajanan di sekolah.

“Kami turun ke semua lini, mulai dari pasar tradisional, pasar modern seperti swalayan dan supermarket, bahkan sampai ke jajanan anak sekolah. Kami awasi produksinya, kami lihat satu per satu. Kalau harus kami beli, ya kami beli untuk kami uji di laboratorium. Termasuk jajanan tadi seperti permen semprot, cokelat, atau apa pun lainnya. Jadi, jangan khawatir,” katanya.

Pihaknya juga tak segan-segan untuk menarik atau memusnahkan produk apabila diidentifikasi tidak sesuai standar atau bisa membahayakan kesehatan masyarakat. “Sebab, jika tetap beredar, tentu akan membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya,” kata Tri kepada ketiga anak Reporter Cilik dari SD Alkautsar: Haviela Zahwa Aulia, Talitha Kasamira Priyono, dan Rayi Kazhi Buana.

Tri mengatakan dalam memilih jajanan, anak harus memperhatikan kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.

Dia menambahkan pihaknya menghadapi banyak tantangan untuk pengawasan, sebab banyak sekali produk makanan dan obat yang beredar di masyarakat. Tantangan lainnya, kata dia, ialah bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat.

“Adik-adik harus pandai memilih makanan yang baik dan pelaku usaha harus pandai membuat makanan yang baik. Itu yang kami kerjakan secara konsisten dan terus-menerus. Jadi, walaupun jumlah produknya banyak nantinya, insya Allah menjadi aman,” ujar Tri.

Untuk hasil wawancara Reporter Cilik Lampung Post bersama Kepala BPOM Lampung selengkapnya, silakan saksikan di Lampung Post Weekend edisi pekan depan.

Chairil Anwar



Berita Terkait



Komentar