#jaminansosial#bpjstk#bpjsketenagakerjaan#pidi#dokter

BPJSTK Sosialisasikan Program Jaminan Sosial ke Dokter Internsip

( kata)
BPJSTK Sosialisasikan Program Jaminan Sosial ke Dokter Internsip
Sosialisasi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta Program Internsip Dokter Indonesia, Jumat, 4 Oktober 2019. Foto: Dok/BPJSTK

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Bandar Lampung memberikan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) angkatan III tahun 2018-2019 di Springhill Condotel Lampung, Jumat, 4 Oktober 2019.

Sebanyak 71 peserta PIDI yang bakal bertugas di tiga kabupaten di wilayah Lampung yakni Metro, Bandar Lampung, dan Way Kanan ini mendapat perlindungan program sosial ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala BPJSTK Cabang Bandar Lampung Heri Subroto mengatakan tujuan utama dari BPJSTK tentunya adalah memberikan jaminan dan perlindungan sosial bagi pekerja. Melalui berbagai programnya, BPJSTK berusaha memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi pekerja. Dengan adanya jaminan dan perlindungan sosial, tentunya para pekerja akan lebih merasa nyaman dan tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Risiko yang mungkin terjadi saat bekerja seperti kecelakaan kerja, sakit, hingga kematian bisa menjadi lebih ringan jika kita mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menjamin peserta agar memperoleh pelayanan kesehatan dan juga santunan uang tunai jika menderita penyakit akibat kerja dan mengalami kecelakaan kerja.

"Jika peserta mengalami kecelakaan kerja, maka kita berikan biaya pengobatan atau perawatan dengan jumlah biaya yang tak terbatas atau unlimited. Kita urus semua biayanya sampai sembuh total dan siap masuk bekerja kembali," kata dia.

Selanjutnya untuk program Jaminan Kematian (JKM), peserta akan menerima santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris dari peserta jika meninggal dunia.

Lampost.co



Berita Terkait



Komentar