#beritalampung#beritalamteng#beasiswa

BPJS Ketenagakerjaan Lampung Tengah Salurkan Beasiswa Rp1,38 Miliar Sejak Awal 2023

( kata)
BPJS Ketenagakerjaan Lampung Tengah Salurkan Beasiswa Rp1,38 Miliar Sejak Awal 2023
Foto: Dok/BPJamsostek


Gunungsugih (Lampost.co)-- BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lampung Tengah telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp1.386.000.000 sejak awal Januari 2023. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lampung Tengah Adi Hendarto mengungkapkan sejak Januari 2023 hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp1,38 miliar.

Adi menjelaskan beasiswa tersebut telah diberikan kepada 304 anak, dari anak peserta yang meninggal dunia atau kecelakaan kerja.

Adi mengatakan BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya mengurangi potensi anak putus sekolah. Khususnya bagi anak-anak peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia serta peserta yang mengalami cacat total tetap atau meninggal akibat kecelakaan kerja.

"Sang anak setiap tahunnya akan mendapatkan beasiswa mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi, maksimal dua orang anak," katanya kepada Lampost.co, Selasa, 29 Agustus 2023.

Pihaknya berharap dengan adanya beasiswa ini, tidak ada anak yang harus putus sekolah saat orang tuanya terkena musibah baik kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap maupun meninggal dunia. "BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan jaminan hari tua, jaminan pesiun, dan menanggung biaya kecelakaan kerja saja.

Kami juga memberikan beasiswa bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau meninggal dunia biasa setelah menjadi peserta selama minimal 36 bulan," terang Adi.

Adi merinci, pemberian beasiswa kepada anak pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp1,5 juta per tahun per anak, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun.

Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp2 juta per anak setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun.

Keempat, pendidikan di perguruan tinggi maksimal Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun. Pengajuan klaim beasiswa ini bisa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau kecelakaan kerja. Beasiswa akan diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.

"Dengan begitu tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja," tutup Adi.

Nurjanah








Berita Terkait



Komentar