RSUDAMvideoviralBPJSDBD

BPJS Akan Konfirmasi ke RSUDAM Soal Dugaan Lambat Penanganan Pasien

( kata)
BPJS Akan Konfirmasi ke RSUDAM Soal Dugaan Lambat Penanganan Pasien
Ilustrasi. Dok Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung belum mendapatkan informasi soal dugaan pasien BPJS meninggal akibat lambat ditangani. Mereka akan meminta penjelasan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza mengaku baru mendengar kabar tersebut.

"Untuk saat ini saya belum bisa menanggapinya," kata dia, Selasa, 11 Februari 2020.

Baca juga: Pasien BPJS Meninggal Diduga Lambat Ditangani di RSUDAM

Menurutnya ia akan mengkonfirmasi ke pihak RSUDAM terlebih dahulu untuk mengetahui cerita lengkapnya.

"Saat ini, kami pihak BPJS sedang mengkoordinasikan dengan pihak rumah sakit terkait dengan kronologis lengkapnya," tambahnya.

Ia berjanji setelah mendapatkan kabar lengkap terkait dugaan penelantaran pasien BPJS oleh pihak RSUDAM, akan membeberkan ke media.

"Nanti bila sudah dapat informasi lengkap tentunya akan saya tanggapi ke media," tutup dia.

Sebelumnya, Muhamad Rezki Mediansori (21), warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, meninggal di selasar Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Pasien BPJS tersebut diduga terlantar lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang baik di rumah sakit plat merah itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pasien yang diduga sakit demam berdarah dengue (DBD) itu menghembuskan nafas pada Senin, 10 Februari 2020, sore. Bahkan, peristiwa itu sempat viral di media sosial dalam bentuk video berdurasi 6.09 menit.

Winarko



Berita Terkait



Komentar